
Bagi kamu para investor aset kripto, ada baiknya untuk memeriksa portofoliomu dengan sedikit lebih waspada pagi ini, Jumat (10/10/2025). Setelah beberapa waktu menikmati tren positif, pasar kripto secara keseluruhan hari ini justru “bermandikan darah”. Sebagian besar aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak anjlok dan berkubang di zona merah.
Dua raksasa utama, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), yang biasanya menjadi lokomotif pasar, kali ini justru menjadi pemimpin pelemahan. Pergerakan negatif dari kedua aset ini secara otomatis menyeret koin-koin lainnya (altcoins) untuk ikut terjun bebas. Fenomena ini menjadi pengingat yang menyakitkan namun penting tentang sifat asli dari pasar kripto: volatilitas yang sangat tinggi.
Berdasarkan data pasar, harga Bitcoin pagi ini diperdagangkan di bawah level psikologis penting, sementara Ethereum juga mengalami koreksi yang cukup dalam. Momen “diskon” massal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di benak para investor: apakah ini waktunya untuk cut loss, hold, atau justru serok bawah?
Pelemahan pasar yang terjadi secara serentak seperti ini biasanya tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Seringkali, ini adalah akumulasi dari berbagai sentimen negatif di pasar global. Beberapa kemungkinan pemicunya antara lain:
- Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Setelah periode kenaikan (bullish) yang cukup panjang, adalah hal yang wajar jika banyak investor, terutama para “paus” (whales), memutuskan untuk merealisasikan keuntungan mereka. Aksi jual dalam volume besar ini secara otomatis akan menekan harga ke bawah.
- Faktor Makroekonomi Global: Pasar kripto, meskipun sering dianggap terdesentralisasi, nyatanya tidak kebal terhadap sentimen ekonomi makro. Kabar buruk dari pasar saham global, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di Amerika Serikat, atau sinyal kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari The Fed, semua bisa membuat investor takut dan beralih dari aset berisiko tinggi seperti kripto ke aset yang lebih aman.
- Isu Regulasi: Kabar atau rumor tentang pengetatan regulasi kripto di negara-negara dengan pasar besar seperti AS, China, atau Uni Eropa juga bisa memicu kepanikan dan aksi jual massal.
Melihat portofolio yang merah menyala tentu bisa membuat panik. Namun, sebagai investor Generasi Nusantara yang cerdas, kepanikan adalah musuh terbesar kita. Inilah saatnya untuk kembali ke rencana awal investasimu.
- Jika Kamu Investor Jangka Panjang (HODLer): Koreksi seperti ini adalah bagian dari “musim” di dunia kripto. Jika kamu benar-benar percaya pada fundamental teknologi dari aset yang kamu pegang (misalnya, kamu percaya Bitcoin adalah emas digital masa depan), maka momen seperti ini seharusnya tidak menggoyahkan imanmu. Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau membeli secara rutin dalam jumlah tetap bisa menjadi pilihan bijak. Anggap saja kamu sedang mendapatkan “diskon” untuk menambah asetmu.
- Jika Kamu Seorang Trader Jangka Pendek: Inilah momen ujian yang sesungguhnya. Kamu harus disiplin dengan strategi cut loss yang sudah kamu tetapkan sejak awal untuk membatasi kerugian. Jangan terbawa emosi dan berharap harga akan segera berbalik arah.
- Jika Kamu Baru Mau Masuk: Momen koreksi sering disebut sebagai “waktu terbaik untuk membeli”. Namun, jangan terburu-buru. Lakukan risetmu sendiri (Do Your Own Research / DYOR) secara mendalam. Pahami proyek di balik koin yang ingin kamu beli. Ingat, high risk, high return. Jangan pernah menginvestasikan uang yang tidak siap kamu relakan untuk hilang.
Pasar kripto selalu penuh dengan drama dan gejolak. Hari ini mungkin merah, besok bisa saja hijau. Kunci untuk bisa bertahan dan bahkan meraih keuntungan dalam jangka panjang adalah edukasi, strategi yang matang, dan kemampuan untuk mengendalikan emosi. Tetap tenang, terus belajar, dan selamat berinvestasi dengan bijak!









