Update Harga Pasar: Cabai Rawit Masih “Jinak”, Tapi Telur Ayam Mulai Bikin Ketar-ketir Anak Kost?

Gimana nih dompet kalian di akhir bulan? Masih aman atau sudah mulai masuk mode “siaga satu”? Buat Sobat Beranjak yang nge-kost atau yang hobi masak sendiri demi berhemat, update harga pangan itu penting banget, lho. Bukan cuma biar nggak kaget pas belanja, tapi juga biar bisa atur strategi makan enak tanpa bikin kantong boncos.

Nah, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional baru saja merilis data harga terbaru per Selasa (25/11/2025). Kabar baiknya, si pedas cabai rawit lagi bersahabat. Tapi, ada satu komoditas “penyelamat” anak kost yang harganya perlu dipantau. Yuk, simak update lengkapnya!

Buat kamu pecinta pedas, ini saatnya bersorak. Harga cabai rawit merah terpantau berada di angka Rp27.500 per kilogram.

Angka ini tergolong “jinak” kalau dibandingkan masa-masa kelam saat cabai bisa tembus Rp100 ribu per kilo. Dengan harga segini, kamu bisa nyetok sambal sepuasnya atau masak ayam geprek sendiri di kostan tanpa rasa bersalah.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar ada di kisaran Rp42.500/kg dan cabai rawit hijau di Rp41.950/kg. Jadi, urusan pedas-pedasan masih aman terkendali, Sobat Beranjak.

Beralih ke sumber protein favorit kita semua: Telur Ayam Ras. PIHPS mencatat harganya kini berada di Rp28.000 per kilogram.

Mungkin terdengar agak tinggi bagi sebagian orang, tapi mari kita hitung ala anak kost cerdas. Satu kilogram telur biasanya berisi sekitar 16-17 butir. Artinya, harga per butirnya cuma sekitar Rp1.650 – Rp1.700.

Coba bandingkan kalau kamu beli telur dadar matang di warteg yang harganya bisa Rp4.000 – Rp5.000 per butir. Jelas masak sendiri jauh lebih hemat, kan? Jadi, meskipun harganya Rp28.000/kg, telur tetap jadi juara solusi makan hemat dan bergizi.

Gimana dengan kebutuhan pokok lainnya? Tenang, beras masih stabil.

  • Beras kualitas bawah I: Rp12.000/kg.
  • Beras kualitas medium I: Rp15.500/kg.
  • Beras kualitas super I: Rp16.000/kg.

Sementara itu, bawang merah dan bawang putih kompak berada di harga Rp38.750 per kilogram. Stabilnya harga bumbu dapur ini bikin kita bisa masak enak tanpa takut anggaran belanja membengkak.

Biar makin hemat, Sobat Beranjak bisa terapin tips berikut:

  1. Beli di Pasar Tradisional: Harga di pasar tradisional biasanya lebih miring dibanding supermarket. Plus, kamu bisa tawar-menawar dikit (kalau berani, hehe).
  2. Patungan sama Teman Kost: Beli telur 1 kg atau minyak goreng 1 liter mungkin kebanyakan buat sendiri. Ajak teman kost buat patungan, jatuhnya lebih murah dan bahan nggak keburu busuk.
  3. Meal Prep: Masak sekaligus buat beberapa hari ke depan. Ini ampuh banget buat nahan godaan jajan makanan online yang harganya selangit plus ongkir.

Data dari PIHPS ini menunjukkan bahwa harga pangan strategis relatif stabil menjelang akhir tahun. Ini kesempatan bagus buat Sobat Beranjak untuk mulai membiasakan diri masak di rumah. Selain lebih sehat, skill memasak itu nilai plus yang bikin kamu makin mandiri.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait