Sinyal Adalah Nyawa! Huawei “Gercep” Terjunkan Tim Teknis Pulihkan Jaringan di Sumatra

Di tengah duka bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra, ada satu hal yang krusial selain makanan dan obat-obatan: SINYAL. Bayangkan betapa paniknya saat bencana terjadi tapi kita nggak bisa menghubungi keluarga atau tim SAR karena jaringan mati total.

Menyadari hal ini, raksasa teknologi Huawei Indonesia nggak tinggal diam. Di sela-sela acara megah Huawei Cloud Indonesia Summit 2025, bos besar Huawei menyampaikan pesan solidaritas dan aksi nyata mereka untuk “menghidupkan” kembali jaringan telekomunikasi di lokasi bencana.

Yuk, simak bagaimana teknologi bekerja di garis depan kemanusiaan!

Momen menyentuh terjadi saat Xin Dajiang, Chairman of the Board Huawei Indonesia, membuka pidatonya di acara summit tersebut. Sebelum bicara soal bisnis dan awan (cloud), ia menyempatkan diri untuk menyampaikan rasa duka citanya bagi saudara-saudara kita di Sumatra.

“Sebelum memulai, saya ingin menyampaikan simpati terdalam kepada mereka yang terdampak banjir di Sumatra,” ujar Xin di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Pesan ini bukan sekadar basa-basi, Sobat Beranjak. Ini menunjukkan bahwa di balik canggihnya teknologi, ada sisi kemanusiaan yang tetap jadi prioritas utama.

Nggak cuma kirim doa, Huawei langsung bergerak cepat (gercep) mengirimkan bantuan teknis. Xin Dajiang mengonfirmasi bahwa tim teknis Huawei sudah terjun langsung ke lapangan, bekerja bahu-membahu dengan mitra lokal (operator seluler).

Tugas mereka berat tapi mulia: Memastikan Base Transceiver Station (BTS) dan jaringan pelanggan kembali ON secepat mungkin.

“Tim teknis kami bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendukung dan memulihkan jaringan pelanggan kami di wilayah ini saat ini,” tegas Xin.

Sobat Beranjak, dalam situasi bencana, konektivitas adalah lifeline (tali penyelamat).

  1. Koordinasi Evakuasi: Tim SAR butuh sinyal untuk komunikasi antar posko.
  2. Kabar Keluarga: Korban butuh memberi kabar keselamatan ke kerabat.
  3. Distribusi Bantuan: Logistik bisa lebih cepat sampai kalau komunikasi lancar.

Dengan turunnya tim Huawei, diharapkan area-area yang sempat blank spot karena infrastruktur rusak bisa segera terhubung kembali.

Selain fokus pada pemulihan bencana, Huawei juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem digital Indonesia. Xin menyebutkan bahwa Indonesia adalah “raksasa” ekonomi digital di Asia Tenggara dengan nilai US$ 500 miliar.

Tapi untuk saat ini, fokus utamanya adalah solidaritas. “Dalam menghadapi situasi ini, menjaga solidaritas dengan bangsa dan rakyat. Berkomitmen untuk mendukung wilayah ini dalam upaya membangun kembali dan memulihkan diri,” tutup Xin.

Mari kita dukung terus kerja keras para teknisi di lapangan yang bertaruh nyawa memanjat tower demi sinyal kita semua.

Sumatra Kuat, Kita Terhubung!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait