
Dunia kripto (cryptocurrency) emang menjanjikan cuan yang gila-gilaan, tapi risikonya juga nggak main-main. Bukan cuma soal harga yang to the moon lalu terjun bebas, tapi juga ancaman peretas (hacker) yang makin canggih.
Kabar terbaru yang bikin merinding datang dari laporan investigasi internasional. Ternyata, selama tahun 2025 ini, sindikat peretas yang bermarkas di Korea Utara sukses menggondol aset kripto dengan nilai yang bikin pusing kepala: Rp 56 Triliun!
Angka segitu kalau dibeliin kerupuk bisa buat nimbun satu pulau, Sob. Lantas, kenapa mereka seniat itu jadi maling digital? Dan ke mana larinya uang sebanyak itu? Yuk, kita bongkar!
Jangan bayangkan hacker ini kerja sendirian di kamar gelap pakai hoodie. Ini adalah operasi terorganisir yang diduga kuat didukung oleh negara.
- Target Operasi: Mereka menyasar bursa kripto (exchange), protokol DeFi (Decentralized Finance), dan dompet digital dengan celah keamanan.
- Modus Canggih: Mulai dari phishing tingkat tinggi, menyusup lewat lowongan kerja palsu di perusahaan kripto, sampai mengeksploitasi kode smart contract.
Ini bagian yang paling ngeri, Sobat Beranjak. Korea Utara kan negara yang kena banyak sanksi ekonomi internasional, jadi mereka susah dapat uang dari perdagangan biasa.
Para ahli meyakini, hasil curian Rp 56 triliun ini dipakai untuk mendanai program senjata nuklir dan rudal balistik rezim Kim Jong Un.
“Aset digital Anda yang hilang bukan sekadar kerugian finansial pribadi, tapi berpotensi berubah menjadi bahan bakar senjata pemusnah massal di tangan rezim tertutup.”
Jadi, setiap koin yang dicuri hacker Korut, secara tidak langsung berkontribusi pada ketegangan militer dunia. Dark banget, kan?
Kasus ini jadi peringatan keras (wake up call) buat kita semua yang main kripto, mau itu investor receh atau paus (whale). Keamanan aset digital itu mutlak!
Apa yang harus dilakukan?
- Jangan Simpan Semua di Exchange: Bursa kripto adalah target empuk. Pindahkan aset jangka panjang ke Cold Wallet (dompet fisik yang tidak terkoneksi internet).
- Waspada Link Aneh: Jangan asal klik link airdrop atau tawaran investasi yang too good to be true.
- Update Security: Selalu aktifkan 2FA (Two-Factor Authentication) dan ganti password secara berkala.
Dunia kripto itu ibarat hutan rimba. Ada harta karun, tapi banyak juga predator buasnya. Kasus pencurian oleh hacker Korea Utara ini membuktikan bahwa ancaman siber sudah masuk level keamanan nasional, bukan lagi kriminal biasa.
Tetap waspada, amankan private key-mu, dan jangan sampai aset masa depanmu jadi donasi buat bikin rudal!









