Angin Segar! Rupiah Akhirnya “Napas” Lagi, Menguat ke Rp16.663 Berkat Sinyal Damai The Fed

Setelah sempat “bengek” dihajar Dolar AS beberapa hari lalu, mata uang Garuda akhirnya bisa bernapas lega pada perdagangan Kamis (11/12/2025). Rupiah terpantau menguat di pasar spot, memberikan sinyal positif bagi dompet dan iklim investasi kita.

Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, Rupiah terapresiasi 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp16.663 per Dolar AS, membaik dari posisi sebelumnya di Rp16.688.

Kenapa tiba-tiba “Si Hijau” Dolar AS agak mellow dan Rupiah jadi perkasa? Ternyata ada kabar baik dari Negeri Paman Sam. Yuk, kita bedah sentimennya!

Faktor utama yang bikin Rupiah semangat lagi adalah keputusan Bank Sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed).

Seperti yang diprediksi banyak analis, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,5-3,75 persen. Ini adalah langkah ketiga kalinya The Fed menurunkan bunga di tahun 2025.

  • Apa artinya buat kita? Kalau suku bunga AS turun, imbal hasil aset Dolar jadi kurang menarik. Alhasil, investor global kembali melirik aset-aset di negara berkembang (seperti Indonesia) yang menawarkan return lebih tinggi. Ini bikin aliran modal masuk (capital inflow) dan Rupiah jadi kuat.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut bahwa ekonomi AS tumbuh moderat, tapi lapangan kerja melambat dan inflasi mulai jinak. Ini jadi alasan kuat bagi mereka untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memprediksi Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.640 – Rp16.690.

“Sentimen global pemotongan bunga The Fed menjadi pendorong utama penguatan Rupiah,” jelas Rully.

Meskipun sentimen global lagi bagus, Rupiah belum bisa terbang terlalu tinggi. Kenapa? Karena ada faktor dalam negeri yang masih bikin investor wait and see.

Salah satunya adalah dampak ekonomi dari bencana banjir di Sumatera. Penanganan pascabencana ini sedikit banyak mempengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi regional. Terlihat dari minat asing pada lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin yang agak menurun.

Sobat Beranjak, momen penguatan Rupiah ini bisa jadi sinyal bagus buat kamu yang main saham atau reksa dana.

  • Saham Perbankan & Properti: Biasanya sensitif positif terhadap penurunan suku bunga.
  • Beli Barang Impor: Kalau ada wishlist barang impor, ini saat yang sedikit lebih baik dibanding kemarin-kemarin.
  • Pantau Berita: Pasar masih fluktuatif, jadi tetap update terus ya!

Semoga tren positif ini berlanjut sampai akhir tahun. Dompet aman, hati senang!

Rupiah kuat, investasi makin semangat!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait