Viral Pesta Nikah di OKI Ricuh, Polisi Turun Tangan: “Hanya Salah Paham, Sudah Damai”

Sebuah video yang merekam suasana ricuh di tengah-tengah acara resepsi pernikahan di Desa Talang Pangeran, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sempat viral dan menimbulkan keresahan di jagat maya. Dalam rekaman yang beredar, terlihat para tamu undangan saling dorong dan nyaris baku hantam, merusak momen sakral yang seharusnya penuh kebahagiaan.

Namun, di balik video yang terlihat mencekam itu, pihak kepolisian kini memberikan klarifikasi. Keributan yang sempat menghebohkan warga tersebut ternyata dipicu oleh kesalahpahaman sesaat. Kabar baiknya, semua pihak yang terlibat telah dimediasi dan sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.

Menurut keterangan Kapolsek Teluk Gelam, Iptu Adi Usman, insiden tersebut terjadi murni karena kesalahpahaman antar sesama tamu undangan. Seperti layaknya pesta pernikahan di daerah, acara tersebut dimeriahkan dengan hiburan orgen tunggal yang mengundang para tamu untuk ikut berjoget dan menyumbangkan lagu.

Di tengah suasana yang meriah itulah, terjadi senggolan antar tamu yang sedang asyik berjoget di dekat panggung. Senggolan yang seharusnya menjadi hal biasa dalam keramaian, rupanya memantik emosi sesaat dari beberapa orang.

“Awalnya hanya senggolan biasa saat berjoget. Mungkin karena ada yang sedikit emosi, terjadilah selisih paham yang memicu keributan kecil,” jelas Iptu Adi Usman saat dikonfirmasi pada Senin (29/9/2025).

Adu mulut dan aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Momen inilah yang direkam oleh salah seorang tamu dan kemudian menyebar luas di media sosial, menciptakan persepsi bahwa telah terjadi kerusuhan besar. Padahal, menurut Kapolsek, insiden tersebut tidak berlangsung lama dan tidak sampai menimbulkan korban luka serius.

Menanggapi laporan dari warga, aparat dari Polsek Teluk Gelam segera turun ke lokasi kejadian. Namun, sesampainya di sana, situasi ternyata sudah kembali kondusif. Pihak keluarga dari kedua mempelai, bersama dengan para tamu yang berselisih, telah berinisiatif untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Pihak kepolisian kemudian bertindak sebagai mediator untuk memastikan perdamaian tersebut berjalan dengan baik. Kedua belah pihak yang sempat bersitegang akhirnya saling memaafkan dan bersepakat untuk tidak memperpanjang masalah.

“Sudah kami mediasi. Alhamdulillah semua pihak menyadari ini hanya salah paham dan sepakat berdamai secara kekeluargaan. Tidak ada tuntutan hukum,” tegas Iptu Adi.

Sobat Beranjak, insiden di Talang Pangeran ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pertama, tentang pentingnya menjaga emosi dan saling bertoleransi, terutama dalam sebuah acara yang seharusnya menjadi momen perayaan. Kedua, ini adalah cerminan tentang bagaimana sebuah kejadian bisa terlihat jauh lebih besar dan mengerikan saat sudah masuk ke dunia maya.

Kearifan lokal melalui penyelesaian secara kekeluargaan terbukti menjadi solusi yang ampuh untuk meredam konflik. Mari kita jadikan ini pengingat untuk selalu bijak dalam bersosialisasi dan menyikapi informasi yang viral. Karena terkadang, di balik sebuah video yang heboh, ada cerita kesalahpahaman yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan segelas kopi dan obrolan dari hati ke hati.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait