
Punya teman dekat emang asik, bisa buat tempat curhat atau hangout bareng. Tapi hati-hati, jangan sampai kebaikanmu dimanfaatkan, apalagi kalau urusannya sudah menyangkut barang berharga. Kejadian di Ogan Ilir ini bisa jadi pelajaran mahal buat kita semua tentang pentingnya waspada, bahkan sama orang yang kita kenal.
Seorang pria di Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir, nekat menggadaikan motor milik temannya sendiri seharga Rp 10 juta. Niat hati menolong teman yang “kepepet”, eh malah zonk dan motor kesayangan raib.
Yuk, simak kronologi kasus yang bikin trust issue ini biar kamu nggak jadi korban selanjutnya!
Kejadian bermula ketika pelaku, berinisial DI (30), mendatangi korban yang merupakan temannya sendiri. Dengan wajah memelas dan alasan klasik, DI meminjam sepeda motor korban. Alasannya mungkin terdengar sepele, seperti mau beli sesuatu atau menjemput seseorang sebentar.
Karena percaya sama teman, korban tanpa curiga menyerahkan kunci motornya. Tapi, janji “sebentar” itu ternyata cuma manis di bibir. Berjam-jam ditunggu, batang hidung pelaku dan motor tak kunjung terlihat. Dihubungi pun susah.
Ternyata, motor tersebut bukannya dipakai untuk keperluan mendesak, tapi malah dibawa kabur dan digadaikan oleh pelaku kepada orang lain dengan nilai Rp 10 juta. Uangnya? Diduga dipakai untuk keperluan pribadi pelaku. Duh, tega banget ya!
Sadar dirinya ditipu mentah-mentah, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tanjung Raja yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Zahirin langsung bergerak cepat (gercep).
Setelah melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan pelaku, polisi akhirnya berhasil mengamankan DI. Saat ditangkap, pelaku tak bisa berkutik dan mengakui perbuatannya.
Kini, DI harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polsek Tanjung Raja. Ia terancam dijerat dengan pasal Penggelapan (Pasal 372 KUHP) yang ancaman hukumannya bisa sampai 4 tahun penjara. Bye-bye kebebasan!
Sobat Beranjak, kasus ini mengajarkan kita satu hal penting: Kebaikan harus dibarengi dengan kehati-hatian.
- Kenali Karakter Teman: Jangan mudah meminjamkan barang berharga (motor, laptop, kamera, uang dalam jumlah besar) kalau kamu belum benar-benar yakin dengan tanggung jawab temanmu.
- Tanya Jelas: Kalau ada yang mau pinjam, tanya detailnya: mau ke mana? Berapa lama? Sama siapa? Kalau jawabannya plintat-plintut, mending tolak halus aja.
- Berani Bilang “Tidak”: Nolak meminjamkan barang bukan berarti pelit atau bukan teman yang baik. Itu hak kamu untuk melindungi aset pribadimu. Teman yang baik pasti ngerti, kok.
Semoga kejadian ini jadi yang terakhir ya. Mari saling menjaga kepercayaan, tapi jangan naif.
Jadilah teman yang baik, tapi tetap cerdas!









