Royal Vibes di Palembang! Pria Turki Terima Gelar Kehormatan dari Sultan SMB IV, Bukti Adat Kita Mendunia

Siapa bilang adat istiadat itu kaku dan cuma buat orang tua? Justru, budaya lokal kita itu punya daya tarik magis yang bisa bikin orang dari benua lain jatuh cinta, lho! Bukti terbarunya datang dari Kesultanan Palembang Darussalam yang baru saja menggelar prosesi sakral yang bikin bangga.

Seorang pria berkebangsaan Turki, Furkan Enes Kara, resmi menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Palembang setelah menerima Gelar Adat Kehormatan langsung dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M. Fauwaz Diradja.

Momen ini terjadi dalam rangkaian pernikahan Furkan dengan gadis pujaan hatinya asal Palembang, Vivian Syafarina. Yuk, kita intip keseruan dan makna di balik penganugerahan ini!

Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti prosesi pemberian gelar tersebut. Wajah kedua mempelai, Furkan dan Vivian, tampak berseri-seri mengenakan busana adat yang megah.

Sultan SMB IV memimpin langsung upacara ini, didampingi oleh para petinggi kesultanan seperti Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir dan Mufti Kesultanan. Pemberian gelar ini bukan sekadar seremoni, Sobat Beranjak. Ini adalah simbol penerimaan yang tulus dari masyarakat Palembang terhadap “warga baru” yang menghormati tradisi kita.

Furkan, yang datang jauh-jauh dari Turki, tampak sangat menghormati setiap tahapan prosesi. Ini menunjukkan bahwa attitude menghargai budaya lokal itu keren banget!

Sobat Beranjak tahu nggak? Palembang dan Turki sebenarnya punya benang merah sejarah yang panjang, lho. Dulu, Kesultanan Palembang Darussalam memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani).

Dengan adanya pernikahan dan pemberian gelar adat ini, rasanya seperti merajut kembali tali persaudaraan yang sudah terjalin ratusan tahun lalu. Sultan SMB IV berharap, penganugerahan ini bisa mempererat hubungan silaturahmi antar-keluarga dan, lebih luas lagi, antar-budaya kedua negara.

“Ini adalah bentuk apresiasi kita. Budaya Palembang itu terbuka, namun tetap memegang teguh nilai-nilai luhur,” kira-kira begitu pesan yang tersirat dari acara ini.

Melihat orang asing begitu bangga mengenakan tanjak atau songket Palembang, masa kita yang asli Indonesia malah malu?

Kejadian ini harusnya jadi reminder buat kita, Generasi Nusantara. Budaya kita itu “mahal” dan berkelas di mata dunia. Kalau Furkan dari Turki saja mau belajar dan menghormati adat Palembang, kita sebagai tuan rumah wajib lebih semangat lagi buat melestarikannya.

Jangan sampai budaya kita cuma jadi tontonan di museum. Yuk, jadikan adat istiadat sebagai bagian dari gaya hidup modern yang membanggakan. Siapa tahu, nanti giliran kamu yang mengenalkan budaya Palembang ke kancah internasional!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait