OKU Timur Punya Cara Baru: Lahirnya ‘Forum Kolpah Puari’ sebagai Jembatan Emas Pembangunan Daerah

Pernahkah kamu membayangkan sebuah daerah yang setiap kebijakannya lahir dari percakapan mendalam antara para pemikir, peneliti, dan pemerintah? Sebuah wilayah di mana setiap program pembangunan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berpijak kuat pada data, riset, dan inovasi terkini. Mimpi ini selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Melalui sebuah langkah progresif yang patut diacungi jempol, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang OKU Timur baru saja menginisiasi lahirnya Forum Kolpah Puari. Ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Ini adalah sebuah gerakan, sebuah platform kolaboratif yang dirancang untuk menjadi “jembatan emas”, menyatukan tiga pilar utama kemajuan: riset, inovasi, dan kebijakan pembangunan.

Nama “Kolpah Puari” sendiri sarat akan makna lokal yang mendalam, mencerminkan kearifan dan semangat gotong royong masyarakat Komering. Inisiatif ini adalah sinyal kuat bahwa OKU Timur tidak ingin lagi membangun daerahnya dengan cara-cara konvensional. Mereka ingin Beranjak menuju sebuah era baru, di mana setiap keputusan strategis yang diambil untuk masa depan daerah haruslah cerdas, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Sobat Beranjak, mari kita bedah mengapa gagasan ini begitu krusial, tidak hanya untuk OKU Timur, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Nusantara. Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan daerah adalah adanya jurang pemisah (gap) antara dunia akademik/riset dengan dunia pemerintahan.

Di satu sisi, banyak sekali penelitian dan inovasi brilian yang dihasilkan oleh para akademisi, peneliti, dan bahkan anak-anak muda kreatif di perguruan tinggi. Namun, seringkali hasil riset tersebut hanya berakhir di perpustakaan atau jurnal ilmiah, tanpa pernah benar-benar “membumi” menjadi sebuah kebijakan yang aplikatif. Di sisi lain, pemerintah daerah kadang kala merumuskan kebijakan tanpa didukung oleh data dan analisis yang mendalam, sehingga hasilnya kurang efektif dan tidak tepat sasaran.

Forum Kolpah Puari hadir untuk mendobrak sekat ini. Ia diciptakan sebagai wadah resmi di mana para periset, inovator, akademisi, praktisi, dan birokrat bisa duduk bersama. Tujuannya sederhana namun sangat fundamental: memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan yang akan dirumuskan di OKU Timur harus melalui proses diskusi yang kaya akan data, dipertajam oleh hasil riset, dan diperkaya dengan inovasi-inovasi terbaru.

Visi besar dari forum ini adalah menciptakan sebuah siklus pembangunan yang berkelanjutan. Bayangkan, sebelum pemerintah meluncurkan program untuk meningkatkan hasil pertanian, mereka akan berdiskusi dulu dengan para peneliti dari universitas lokal yang telah menemukan varietas padi unggul atau teknologi irigasi yang efisien. Sebelum membangun sebuah destinasi wisata baru, mereka akan mendengar masukan dari para inovator muda yang paham betul tren pariwisata digital.

Inilah masa depan tata kelola pemerintahan yang kita impikan: sebuah pemerintahan yang kolaboratif, berbasis ilmu pengetahuan, dan terbuka terhadap ide-ide segar. Ini bukan lagi soal “pemerintah yang paling tahu”, melainkan “bagaimana kita semua bisa bersama-sama mencari solusi terbaik”.

Bagi Generasi Nusantara di OKU Timur, kehadiran Forum Kolpah Puari adalah sebuah peluang emas. Ini adalah undangan terbuka bagi kamu yang memiliki ide, gagasan, atau hasil penelitian untuk ikut berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerahmu. Forum ini adalah panggung bagi suara-suara intelektual muda untuk didengar dan dipertimbangkan secara serius oleh para pengambil kebijakan.

Langkah yang diambil Bappeda dan Litbang OKU Timur ini lebih dari sekadar membentuk sebuah forum. Ini adalah sebuah pernyataan sikap. Sebuah deklarasi bahwa untuk maju, sebuah daerah harus berani mengubah cara berpikir dan cara bekerjanya. Dengan menyatukan kekuatan riset, inovasi, dan kebijakan, OKU Timur sedang memposisikan dirinya sebagai calon percontohan bagi pembangunan daerah yang cerdas dan berbasis pengetahuan di Sumatera Selatan, bahkan di tingkat nasional.

Kita semua tentu berharap Forum Kolpah Puari tidak hanya berhenti sebagai sebuah seremoni. Konsistensi, komitmen, dan keterbukaan dari semua pihak akan menjadi kunci keberhasilannya. Mari kita kawal bersama inisiatif brilian ini. Semoga dari ruang-ruang diskusi Forum Kolpah Puari, akan lahir kebijakan-kebijakan transformatif yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat OKU Timur secara berkelanjutan. Saatnya riset dan inovasi tidak lagi berada di menara gading, tetapi turun ke sawah, ke pasar, dan ke jantung kehidupan masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait