
Palembang nggak cuma soal pempek dan Jembatan Ampera, lho. Kota tertua di Indonesia ini punya segudang sejarah yang kalau digali lebih dalam, kerennya minta ampun! Nah, ada kabar gembira buat kalian yang hobi hunting spot foto estetik sekaligus belajar sejarah tipis-tipis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang baru saja mengumumkan rencana ambisius untuk mempercantik kawasan wisata di tepian Sungai Musi. Salah satu highlight utamanya adalah pembangunan Duplikat Rumah Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.
Wah, bakal kayak gimana tuh? Yuk, kita intip bocorannya!
Dalam tinjauan langsung ke kawasan Benteng Kuta Besak (BKB) pada Senin (24/11/2025), Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru, memaparkan visi besar mereka.
Selain merenovasi fasilitas umum seperti mushola dan toilet agar lebih nyaman buat wisatawan, Pemkot berencana menghadirkan kembali wujud fisik dari kediaman Pahlawan Nasional kita, Sultan Mahmud Badaruddin II.
Meskipun ini adalah “duplikat”, namun nilai edukasi dan historisnya sangat tinggi. Ini adalah upaya untuk menghormati jasa Sultan sekaligus memberikan gambaran nyata kepada Generasi Nusantara tentang kemegahan arsitektur Kesultanan Palembang Darussalam di masa lampau.
Rencananya, bangunan ini akan didirikan di area sekitar BKB, yang memang menjadi pusat nadi pariwisata Palembang. Bayangkan, Sobat Beranjak, setelah puas foto-foto di Tugu Belida (yang juga bakal dipercantik, lho!), kamu bisa mampir ke Rumah Sultan untuk merasakan vibes kehidupan kerajaan zaman dulu.
Gubernur Herman Deru juga menekankan pentingnya mempercantik Bundaran Air Mancur di dekat Masjid Agung sebagai titik nol kilometer Palembang. Targetnya, renovasi ini rampung di penghujung Desember 2025. Jadi, tahun baru nanti wajah Palembang bakal makin glowing!
“Kita ingin Bundaran Air Mancur menjadi salah satu Icon Kota… tampak modern,” ujar Deru optimis.
Sobat Beranjak mungkin bertanya, “Kenapa harus repot-repot bangun rumah duplikat?”
Jawabannya simpel: Identitas. Di tengah gempuran budaya pop global, kita butuh jangkar yang mengingatkan siapa kita. Sultan Mahmud Badaruddin II adalah simbol perlawanan terhadap penjajah dan pemimpin yang visioner.
Kehadiran rumah duplikat ini bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi:
- Spot Edukasi: Belajar sejarah jadi nggak ngebosenin karena ada visualisasinya.
- Destinasi Wisata Baru: Menambah pilihan tempat hangout yang berfaedah di Palembang.
- Kebanggaan Lokal: Menunjukkan bahwa Palembang punya warisan budaya yang “mahal”.
Gimana, Sobat Beranjak? Penasaran kan bakal sekeren apa hasilnya nanti? Mari kita dukung terus upaya pemerintah mempercantik kota kita tercinta.
Satu pesan dari kami: Kalau nanti sudah jadi, tolong dijaga ya! Jangan vandalisme, jangan buang sampah sembarangan. Biar Palembang tetap kece dan bikin bangga.









