
Kekuatan netizen memang nggak main-main! Setelah viral di media sosial aksi warga yang nekat “mandi lumpur” sebagai protes jalan rusak, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir langsung bergerak cepat (gercep).
Jalan penghubung di Desa Rengas I dan II, Kecamatan Payaraman, yang kondisinya mirip kubangan kerbau itu akhirnya mendapat perhatian serius. Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, turun langsung ke lokasi pada Jumat (5/12/2025) untuk melihat seberapa parah kerusakannya.
Respon cepat ini tentu jadi angin segar buat warga yang sudah lama menderita akibat akses jalan yang hancur lebur. Yuk, simak janji Pak Wabup dan solusi yang ditawarkan!
Sobat Beranjak, kalau kalian lihat videonya, kondisi jalan di Desa Rengas II emang bikin elus dada. Lumpur tebal, lubang menganga, dan licin bukan main. Kendaraan roda dua maupun empat seringkali stuck atau tergelincir.
Wabup Ardani mengakui parahnya kerusakan tersebut setelah melihat langsung di lapangan bersama Dinas PUPR.
“Setidaknya ada lebih kurang enam titik jalan yang mengalami kerusakan parah dan butuh penanganan segera,” ujar Ardani saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12/2025).
Sadar bahwa warga butuh solusi now, bukan nanti-nanti, Pemkab Ogan Ilir memutuskan untuk melakukan tindakan Tanggap Darurat. Meskipun anggaran tahun 2025 sudah mau tutup buku, perbaikan tetap akan dikebut.
Apa saja langkah taktisnya?
- Penghamparan Batu: Jalan yang berlumpur akan ditimbun dengan batu agregat agar keras dan bisa dilalui kendaraan dengan aman.
- Alat Berat Dikerahkan: Dinas PUPR diperintahkan segera menurunkan alat berat untuk meratakan jalan.
- Target Senin Beres: Wabup menargetkan perbaikan awal ini sudah mulai terlihat hasilnya pada hari Senin besok.
“Lakukanlah perbaikan sementara terhadap jalan tersebut, asal tidak menyalahi aturan. Paling tidak kita tanggulangi ala kadarnya dulu (agar fungsional),” tegas Wabup Ardani.
Langkah Wabup Ardani yang langsung merespon keluhan viral ini patut kita apresiasi. Ini bukti bahwa suara rakyat di media sosial didengar oleh pemimpinnya.
Namun, tugas kita belum selesai, Sobat Beranjak! Mari kita kawal terus proses perbaikannya. Semoga janji “Senin ditanggulangi” benar-benar terealisasi, sehingga warga Rengas nggak perlu lagi mandi lumpur atau bertaruh nyawa saat melintas.
Jalan mulus, ekonomi desa makin maknyus!









