
Di saat sorotan publik terhadap Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tengah diwarnai oleh maraknya isu kriminalitas, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Andi Rian Djajadi, justru memberikan apresiasi tinggi pada sebuah inisiatif senyap namun berdampak besar yang dijalankan oleh jajaran Polres OKI. Dalam kunjungan kerjanya pada Rabu (8/10/2025), Kapolda secara khusus menyoroti dan memuji komitmen Polres OKI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kunjungan kerja ini menjadi sebuah momen penting. Di satu sisi, Kapolda memberikan arahan tegas terkait penegakan hukum, pemberantasan narkoba, dan penanganan kejahatan jalanan yang meresahkan. Namun di sisi lain, ia juga menunjukkan bahwa tugas Polri di era modern tidak lagi terbatas pada urusan borgol dan pistol. Polisi kini dituntut untuk menjadi agen perubahan sosial yang kontributif, salah satunya dengan terjun langsung ke sektor pertanian.
Apresiasi dari orang nomor satu di Kepolisian Sumsel ini menjadi angin segar bagi jajaran Polres OKI. Ini adalah sebuah pengakuan bahwa di tengah tantangan berat menjaga kamtibmas, mereka tetap mampu berinovasi dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
Fokus utama dari apresiasi Kapolda adalah program penanaman jagung serentak yang digagas oleh Polres OKI sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Ini bukanlah program seremoni belaka. Inisiatif ini adalah langkah konkret untuk memanfaatkan lahan-lahan yang ada, memberdayakan masyarakat sekitar, dan secara langsung berkontribusi pada upaya swasembada pangan yang kini menjadi prioritas utama nasional.
Kapolda Irjen Pol. Andi Rian melihat ini sebagai sebuah terobosan. Di saat banyak institusi masih bekerja secara sektoral, Polres OKI menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor—antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan petani—adalah kunci untuk mengatasi masalah-masalah fundamental bangsa, termasuk urusan pangan.
Dalam kunjungannya, Kapolda juga meninjau langsung program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dikelola oleh Bhayangkari Cabang OKI. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk ketahanan pangan digerakkan secara menyeluruh, dari level institusi hingga ke lingkungan keluarga besar Polri.
Meskipun memberikan pujian, Kapolda tetap memberikan arahan yang tegas dan tanpa kompromi terkait tugas-tugas pokok kepolisian. Ia menekankan beberapa poin krusial:
- Netralitas dan Profesionalisme: Menjelang agenda politik ke depan, seluruh personel diminta untuk menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis.
- Berantas Narkoba dan Senpi Ilegal: Kapolda memberikan atensi khusus pada pemberantasan peredaran narkoba dan senjata api ilegal (senpira) yang menjadi akar dari banyak tindak kejahatan.
- Tidak Ada “Backing” Kejahatan: Pesan paling keras ditujukan ke internal. “Saya tidak mau mendengar ada anggota yang mem-backing kejahatan apapun,” tegasnya, menunjukkan komitmennya untuk membersihkan institusi dari oknum-oknum nakal.
Sobat Beranjak, apa yang dilakukan oleh Polres OKI di bawah arahan Kapolda Sumsel ini adalah sebuah inspirasi. Ini mengajarkan kita beberapa hal penting:
- Definisi Baru Abdi Negara: Polisi tidak hanya hadir saat ada kejahatan, tetapi juga hadir untuk memberikan solusi bagi permasalahan sosial-ekonomi masyarakat. Ini adalah wajah Polri yang kita dambakan.
- Kekuatan Kolaborasi: Masalah ketahanan pangan yang begitu kompleks ternyata bisa mulai diurai ketika ada kemauan untuk bekerja bersama, melintasi batas-batas institusi.
- Aksi Nyata, Bukan Wacana: Di tengah hiruk pikuk berita kriminal, inisiatif seperti menanam jagung mungkin tidak terlihat “seksi”. Namun, dampak jangka panjangnya bagi kemandirian pangan jauh lebih berarti daripada sekadar menjadi berita utama sesaat.
Kunjungan kerja Kapolda Sumsel ke OKI ini meninggalkan sebuah pesan ganda yang kuat. Di satu sisi, ada ultimatum keras bagi para pelaku kejahatan. Di sisi lain, ada apresiasi tulus bagi mereka yang bekerja dalam senyap untuk membangun ketahanan bangsa dari ladang-ladang jagung. Semoga semangat positif ini bisa terus menular dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Sumatera Selatan.









