
Ada sebuah energi baru yang berdenyut di jantung Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Taman Segitiga Emas, sebuah ruang publik yang mungkin selama ini lebih dikenal sebagai tempat bersantai, kini telah bertransformasi menjadi sebuah panggung megah bagi para pahlawan ekonomi lokal. Melalui gelaran OKI Fest 2025, puluhan stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjejer rapi, memamerkan kekayaan dan kreativitas Bumi Bende Seguguk kepada seluruh masyarakat.
Ini bukan sekadar bazar atau pasar malam biasa. OKI Fest 2025 adalah sebuah pernyataan, sebuah manifesto dari Pemerintah Kabupaten OKI bahwa UMKM adalah tulang punggung dan masa depan perekonomian daerah. Di tengah gempuran produk-produk dari luar, acara ini menjadi sebuah oase, sebuah ruang di mana produk-produk lokal bisa menjadi raja di negerinya sendiri.
Bagi kita, Generasi Nusantara, yang selalu bersemangat melihat potensi lokal ‘naik kelas’, pemandangan di Taman Segitiga Emas ini adalah sebuah pemandangan yang membanggakan. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan adanya wadah dan dukungan yang tepat, produk-produk lokal kita memiliki kualitas, inovasi, dan daya saing yang tak kalah hebat.
Berjalan-jalan di antara puluhan stand yang meramaikan OKI Fest 2025 terasa seperti melakukan sebuah perjalanan kuliner dan budaya. Aroma sedap dari berbagai penganan khas langsung menyergap indra penciuman. Ada stand yang menjual pempek dengan resep warisan keluarga, kemplang yang renyah dan gurih, hingga kue-kue basah tradisional yang mulai jarang kita temui di toko-toko modern.
Namun, bukan hanya soal makanan. Kreativitas para pengrajin lokal juga unjuk gigi dengan memukau. Ada stand yang memamerkan kerajinan purun yang telah disulap menjadi tas, sandal, dan aksesoris fashion yang sangat stylish. Ada pula batik khas OKI dengan motif “Ondet” yang unik, kain songket yang ditenun dengan penuh ketelitian, hingga produk-produk inovatif lainnya yang lahir dari kekayaan alam dan budaya setempat.
Setiap produk yang dipajang di sini memiliki ceritanya sendiri. Cerita tentang perjuangan seorang ibu rumah tangga yang mencoba menambah penghasilan keluarga, cerita tentang sekelompok anak muda yang berani memulai bisnis dari nol, cerita tentang semangat untuk melestarikan warisan budaya melalui karya. Inilah esensi sejati dari “Lokal Berdaya”.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa acara seperti OKI Fest adalah bagian dari strategi besar untuk menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru dan memberikan panggung seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM. “Kita miliki banyak potensi. Ini kalau dimaksimalkan tentu akan memberi nilai tambah,” ujarnya.
Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka. OKI Fest tidak hanya menciptakan transaksi jual-beli sesaat. Lebih dari itu, ia menciptakan sebuah ekosistem. Para pelaku UMKM bisa saling bertemu, berbagi pengalaman, dan bahkan menjalin kolaborasi. Pengunjung, di sisi lain, tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga untuk mendapatkan pengalaman baru, mengenal lebih dekat produk-produk kebanggaan daerahnya.
Acara ini juga menjadi “laboratorium” pasar bagi para pelaku UMKM. Mereka bisa mendapatkan masukan langsung dari konsumen, melihat produk mana yang paling diminati, dan belajar tentang tren terbaru. Ini adalah sebuah proses pembelajaran berharga yang akan membantu mereka untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya.
Sobat Beranjak, kesuksesan OKI Fest 2025 dan geliat UMKM di dalamnya adalah cerminan dari sebuah gerakan yang lebih besar. Sebuah kesadaran baru bahwa untuk membangun ekonomi bangsa yang kuat, kita harus memulainya dari akar rumput, dari warung-warung, bengkel-bengkel, dan industri-industri rumahan di sekitar kita.
Kisah para pejuang UMKM di OKI ini adalah sebuah panggilan untuk kita semua. Mari kita menjadi konsumen yang lebih sadar dan lebih berpihak pada produk lokal. Setiap rupiah yang kita belanjakan untuk produk UMKM adalah sebuah suntikan modal, sebuah suara kepercayaan, dan sebuah bata yang kita letakkan untuk membangun kemandirian ekonomi bangsa.
Saat kamu berkunjung ke sebuah daerah, luangkan waktumu untuk menjelajahi pasar lokalnya. Saat kamu ingin membeli oleh-oleh, pilihlah produk kerajinan tangan dari pengrajin setempat. Saat kamu lapar, cicipilah kuliner autentik yang dijual di warung-warung kecil. Dengan langkah-langkah sederhana itu, kita semua bisa menjadi pahlawan ekonomi lokal.
Mari kita terus dukung acara-acara seperti OKI Fest di seluruh penjuru Nusantara. Mari kita Beranjak untuk menjadi generasi yang tidak hanya bangga menggunakan produk lokal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam memajukan ekosistemnya. Karena di tangan para pelaku UMKM inilah, masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang berdaya saing sedang dirajut.









