
Genderang pesta olahraga terbesar di Bumi Sriwijaya akhirnya resmi ditabuh! Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan XV tahun 2025 yang berpusat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah resmi dibuka. Seluruh mata kini tertuju ke Bumi Serasan Sekate, tempat di mana 7.248 atlet dari 17 kabupaten/kota akan bertarung habis-habisan, mengadu keringat dan strategi demi mengharumkan nama daerah mereka masing-masing.
Pembukaan yang berlangsung meriah ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanda dimulainya sebuah babak baru, sebuah panggung akbar bagi para pahlawan olahraga dari seluruh penjuru Sumsel untuk unjuk gigi. Dari arena inilah, kita berharap akan lahir bibit-bibit juara baru yang kelak akan mengibarkan Merah Putih di kancah yang lebih tinggi.
Secara cerdas dan berwawasan, mari kita lihat betapa besarnya skala Porprov kali ini. Angka 7.248 peserta, yang terdiri dari 5.698 atlet putra dan putri, 1.028 pelatih, dan 522 ofisial, bukanlah statistik biasa. Ini adalah potret nyata dari denyut nadi dan potensi besar dunia olahraga di Sumatera Selatan. Ditambah dengan panitia, wasit, dan juri, total ada lebih dari 8.000 insan olahraga yang berkumpul di Muba.
Ini adalah sebuah perhelatan raksasa yang tidak hanya menguras energi, tetapi juga membuktikan semangat kolaboratif yang luar biasa antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan. Muba sebagai tuan rumah telah berjanji untuk memberikan yang terbaik, menyiapkan fasilitas dan pelayanan kelas wahid untuk menyambut para “ksatria” dari seluruh Sumsel.
Dalam sambutan pembukaannya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan pesan yang sangat kuat dan langsung ke poin. Beliau meminta KONI Sumsel untuk benar-benar jeli dalam memantau setiap pertandingan. Porprov, baginya, bukan hanya soal siapa yang menjadi juara umum, tetapi juga soal menemukan “harta karun” terpendam.
“Di ajang inilah kita bisa melihat atlet-atlet andal dari berbagai daerah. KONI harus jeli, catat, dan bina mereka. Jangan sampai setelah Porprov selesai, potensi-potensi ini hilang begitu saja,” tegasnya.
Pesan ini sangat relevan bagi kita, Generasi Nusantara. Kita mendambakan sebuah sistem pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkelanjutan. Porprov adalah saringan pertamanya. Dari sinilah para calon juara nasional dan internasional seharusnya ditemukan dan dipoles. Gubernur juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas. “Menang dengan terhormat, kalah dengan kesatria,” ujarnya.
Bagi kita semua, Porprov adalah sebuah perayaan. Ini adalah kesempatan untuk melihat pahlawan-pahlawan dari daerah kita sendiri berjuang. Ini adalah momen di mana nama kabupaten/kota kita disebut dengan bangga saat seorang atletnya naik ke podium. Ini adalah wujud nyata dari semangat Lokal Berdaya.
Selama dua pekan ke depan, 34 cabang olahraga akan dipertandingkan. Akan ada tangis bahagia, ada pula tetes air mata kecewa. Akan ada rekor yang terpecahkan, dan akan ada kejutan-kejutan yang tak terduga. Itulah esensi dari olahraga.
Mari kita, Sobat Beranjak, ikut meramaikan dan menyukseskan Porprov XV Sumsel ini. Berikan dukunganmu, baik secara langsung di arena pertandingan maupun melalui media sosial. Mari kita apresiasi setiap perjuangan para atlet, apapun hasilnya. Karena di balik setiap medali, ada kisah tentang pengorbanan, disiplin, dan mimpi yang tak pernah padam. Ayo Beranjak, kita rayakan bersama pesta olahraga terbesar di Sumatera Selatan!









