
Kejahatan jalanan, apalagi yang melibatkan senjata api, memang bikin resah. Tapi tenang, di Ogan Komering Ilir (OKI), polisi membuktikan kalau mereka nggak bisa diajak main-main.
Baru saja terjadi insiden penganiayaan yang cukup mengerikan di mana pelakunya menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira). Berlagak bak “koboi” yang merasa kebal hukum, si pelaku akhirnya kena batunya.
Nggak pakai lama, Tim Opsnal Polres OKI langsung bergerak cepat (gercep). Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan dan kini harus mendekam di balik jeruji besi. Mantap, Pak Polisi!
Simak kronologi singkat dari aksi penangkapan kilat ini!
Setelah menerima laporan adanya tindak pidana penganiayaan yang menggunakan senjata api, jajaran Polres OKI langsung menyalakan “radar”.
- Respons Kilat: Menyadari bahayanya pelaku yang memegang senjata api, polisi tidak membuang waktu. Penyelidikan dan pengejaran dilakukan maraton.
- Tak Berkutik: Berkat informasi akurat dan strategi yang matang, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti beserta barang buktinya.
- Motif: Saat ini polisi masih mendalami motif di balik penganiayaan tersebut, namun yang pasti, tindakan kekerasan tidak pernah dibenarkan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang masih nekat menyimpan atau menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira).
Sobat Beranjak harus tahu, kepemilikan senjata api ilegal itu pelanggaran berat, lho!
- UU Darurat: Pelaku bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951. Ancamannya nggak main-main, bisa hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun.
- Membahayakan Nyawa: Senpira itu tidak standar. Selain membahayakan orang lain, senjata rakitan juga rawan meledak dan melukai pemegangnya sendiri.
“Tidak ada ruang bagi premanisme dan penyalahgunaan senjata api di wilayah hukum kami. Siapapun yang mencoba mengganggu ketertiban masyarakat, akan kami tindak tegas!” — Polres OKI
Kecepatan Polres OKI dalam mengungkap kasus ini patut kita acungi jempol. Rasa aman masyarakat adalah prioritas, dan penangkapan ini membuktikan bahwa polisi hadir untuk melindungi warga.
Semoga kejadian ini jadi pelajaran terakhir. Jangan ada lagi yang sok jagoan pakai senpira ya, Sobat!
OKI Aman, Sumsel Tenang!









