
Kewaspadaan saat berkendara di pagi hari, bahkan di jalanan yang ramai sekalipun, kini harus menjadi prioritas utama. Sebuah aksi begal sadis kembali terjadi di Palembang, kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga yang sedang dalam perjalanan untuk berbelanja. Korban tidak hanya kehilangan sepeda motornya, tetapi juga harus menderita luka-luka setelah ditendang hingga jatuh tersungkur oleh para pelaku.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi (26/9/2025) sekitar pukul 06.00 WIB ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan jalanan tidak pernah mengenal waktu dan tempat. Insiden ini terjadi di lokasi yang sebenarnya cukup strategis, yakni di Jalan Seniman Amri Yahya, tepat di Simpang Dekranasda, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring—sebuah area yang tidak jauh dari pusat keramaian Pasar Induk Jakabaring.
Korban, Ade Suleskah (32), seorang warga Perumahan Liverpool, Banyuasin, memulai paginya seperti biasa. Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat kesayangannya menuju Pasar Induk Jakabaring untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun, perjalanannya berubah menjadi mimpi buruk saat melintas di dekat Simpang Dekranasda.
Dari arah belakang, dua orang pria tak dikenal yang mengendarai satu motor tiba-tiba memepet kendaraannya. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku yang duduk di boncengan langsung melancarkan tendangan keras ke arah korban. Aksi brutal tersebut membuat Ade kehilangan keseimbangan dan langsung tersungkur keras ke aspal bersama motornya.
Dalam kondisi tak berdaya dan kesakitan, korban hanya bisa pasrah saat para pelaku dengan cepat merampas motor Honda Beat bernomor polisi BG 6207 JBQ miliknya. Kedua begal tersebut langsung tancap gas melarikan diri, meninggalkan Ade tergeletak di jalan dengan luka lebam dan lecet di sekujur tubuhnya. Beruntung, beberapa warga yang melintas segera memberikan pertolongan dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah kondisinya sedikit membaik, Ade, didampingi keluarganya, segera melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Dengan laporan ini, ia berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat untuk memburu dan menangkap para pelaku yang telah merampas hartanya dan membuatnya trauma.
Sobat Beranjak, kejadian ini adalah alarm bagi kita semua, khususnya yang sering beraktivitas di pagi buta atau malam hari. Kejahatan seperti ini mengincar kelengahan kita. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan:
- Hindari Berkendara Sendirian: Jika memungkinkan, carilah teman perjalanan, terutama saat melintasi area yang dikenal sepi atau rawan.
- Pilih Rute yang Ramai: Meskipun mungkin sedikit lebih jauh, memilih jalan utama yang terang dan ramai lebih aman daripada mengambil jalan pintas yang gelap dan sepi.
- Waspadai Sekitar: Selalu perhatikan kondisi sekitar melalui kaca spion. Jika merasa ada kendaraan yang mengikuti dengan gerak-gerik mencurigakan, segeralah mencari tempat ramai atau pos polisi terdekat.
- Jangan Pamerkan Barang Berharga: Hindari menggunakan perhiasan atau gawai yang mencolok saat berkendara, karena hal ini dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.
Kini, kita semua menaruh harapan pada aparat kepolisian agar kasus ini bisa segera terungkap dan para pelakunya diadili. Rasa aman di jalanan adalah hak setiap warga negara, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban selanjutnya.









