Saat Industri dan Kampus Turun Tangan: Ratusan Kendaraan di Surabaya Rasakan Servis Gratis dari PanaOil & ITS

Di tengah hiruk pikuk kota Pahlawan, ada sebuah pemandangan yang menghangatkan hati dan membangkitkan optimisme. Ratusan sepeda motor dan mobil tampak mengantre dengan tertib di pelataran kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka bukan sedang mengantre tiket konser atau bazar, melainkan untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berharga bagi kendaraan mereka: servis dan ganti oli gratis!

Inisiatif luar biasa ini adalah buah dari sebuah kolaborasi apik antara PanaOil Indonesia, produsen pelumas dalam negeri, dengan Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS. Bertajuk ‘Service Gratis 2025’, acara yang digelar selama dua hari ini (13-14 September) menjadi bukti nyata bahwa ketika dunia industri dan dunia pendidikan bersinergi, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Ini bukan sekadar program Corporate Social Responsibility (CSR) biasa. Ini adalah sebuah gerakan. Sebuah contoh konkret bagaimana korporasi dan akademisi bisa “turun gunung” bersama, tidak hanya berbagi produk, tetapi juga berbagi ilmu dan kepedulian. Bagi Generasi Nusantara, model kolaborasi seperti ini adalah angin segar yang menunjukkan wajah kapitalisme yang lebih humanis dan progresif.

Keunikan dari program ini terletak pada konsepnya yang saling menguntungkan (win-win solution). Bagi masyarakat umum di Surabaya, ini adalah sebuah berkah. Mereka bisa mendapatkan perawatan esensial untuk kendaraan mereka—mulai dari ganti oli berkualitas hingga servis ringan—tanpa dipungut biaya sepeser pun. Di tengah biaya hidup yang terus merangkak naik, inisiatif seperti ini tentu sangat membantu meringankan beban pengeluaran harian.

Namun, manfaat yang tak kalah penting justru dirasakan oleh para mahasiswa ITS yang terlibat. Bagi mereka, acara ini adalah “laboratorium nyata”. Mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas tentang cara kerja mesin, tetapi langsung terjun sebagai mekanik, menangani ratusan kendaraan milik warga dengan didampingi oleh dosen mereka.

“Bagi mahasiswa kami, kegiatan ini adalah laboratorium nyata,” ungkap Sapto Wisasno, Pembina Service Gratis ITS. Pengalaman praktis seperti ini adalah sesuatu yang tak ternilai. Mereka belajar mendiagnosis masalah, bekerja dalam tim, berinteraksi dengan “pelanggan”, dan menerapkan ilmu mereka di dunia nyata dengan menggunakan produk oli berstandar internasional dari PanaOil. Ini adalah bekal berharga yang akan mempersiapkan mereka menjadi para profesional andal di masa depan.

Di luar manfaat langsung berupa servis gratis, program ini juga membawa sebuah misi edukasi yang penting. Fajrian Darmawan, selaku Marketing Communication PanaOil Indonesia, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang vitalnya perawatan mesin dengan oli yang berkualitas.

“Kami percaya, menjaga mesin dengan oli berkualitas berarti menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara,” ujar Fajrian. Seringkali, kita sebagai pemilik kendaraan menganggap sepele urusan ganti oli. Padahal, oli adalah “darah” bagi mesin. Menggunakan oli yang tepat dan menggantinya secara rutin adalah investasi termurah untuk memastikan kendaraan kita awet, irit bahan bakar, dan yang terpenting, aman untuk dikendarai.

Antusiasme masyarakat yang tinggi, terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dari tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa program ini benar-benar tepat sasaran. Testimoni positif dari para peserta, seperti Suprianto, seorang pengguna motor, yang merasakan tarikan kendaraannya menjadi lebih responsif setelah servis, menjadi bukti keberhasilan program ini.

Kisah kolaborasi antara PanaOil dan ITS Surabaya ini adalah sebuah inspirasi. Ia membuktikan bahwa untuk berbuat baik dan memberikan dampak positif, kita tidak harus selalu bergerak sendiri. Dengan semangat gotong royong dan saling berbagi peran, dunia industri dan dunia pendidikan bisa menjadi motor penggerak kemajuan yang sesungguhnya. Semoga inisiatif seperti ini bisa menular dan direplikasi di lebih banyak kota di seluruh penjuru Nusantara. Mari kita Beranjak untuk terus mendukung sinergi-sinergi positif seperti ini!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait