
Masih ingat kejutan gila di Piala Dunia 2022 lalu? Saat itu, Timnas Maroko sukses bikin dunia melongo dengan menjadi negara Afrika pertama yang tembus semifinal. Ternyata, itu baru permulaan, Guys!
Sekarang, di penghujung tahun 2025, Maroko punya misi yang jauh lebih ngeri. Sebagai tuan rumah Piala Afrika (AFCON) 2025, ambisi mereka bukan cuma sekadar angkat trofi di kandang sendiri. Mereka sedang membangun fondasi raksasa untuk menjadi “Superpower” Sepak Bola Baru yang disegani planet bumi.
Lupakan label “Tim Kuda Hitam”, Maroko sekarang adalah kandidat juara sejati. Apa sih rahasianya sampai mereka se-pede itu? Yuk, kita bedah!
Menjadi tuan rumah Piala Afrika 2025 adalah panggung pembuktian bagi skuad asuhan Walid Regragui. Dengan dukungan penuh suporter fanatik di stadion-stadion megah seperti di Casablanca dan Rabat, Maroko ingin menunjukkan dominasi total.
- Skuad Bertabur Bintang: Nama-nama besar seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, hingga Yassine Bounou masih menjadi tulang punggung yang solid.
- Mentalitas Juara: Sukses menyingkirkan Spanyol dan Portugal di masa lalu telah mengubah mentalitas pemain Maroko dari “peserta penggembira” menjadi “pembunuh raksasa”.
Kalau Sobat Beranjak pikir prestasi Maroko cuma kebetulan, kalian salah besar. Maroko sudah melakukan investasi jangka panjang yang sangat serius.
- Akademi Mohammed VI: Ini adalah “pabrik” pemain kelas dunia. Fasilitas latihannya disebut-sebut setara, bahkan lebih baik dari klub-klub top Eropa.
- Stadion Kelas Wahid: Renovasi stadion untuk AFCON 2025 dilakukan besar-besaran, bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi persiapan menuju target yang lebih besar lagi.
“Piala Afrika 2025 adalah langkah awal. Maroko sedang mengirim pesan kepada dunia: Sepak bola Afrika sudah bangkit, dan kamilah pemimpinnya.”
Visi Maroko itu visioner banget, Sob. Piala Afrika 2025 ini sebenarnya adalah “pemanasan” (test event) menuju hajatan yang lebih akbar.
Seperti kita tahu, Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 (bersama Spanyol dan Portugal). Jadi, mereka ingin memastikan infrastruktur, manajemen, dan prestasi timnasnya sudah berada di level God Tier saat momen itu tiba.
Singkatnya, Maroko nggak mau cuma jadi pelengkap. Mereka ingin duduk sejajar dengan Brasil, Argentina, Prancis, dan Jerman di meja elite sepak bola dunia.
Siap-siap melihat ledakan performa Singa Atlas di turnamen ini!








