
Ada sebuah senyum kecut yang mungkin menghiasi wajah para pendukung Manchester City pagi ini. Di satu sisi, ada kebahagiaan luar biasa melihat sang mesin gol, Erling Haaland, akhirnya kembali ‘menggila’ dan mencetak brace (dua gol) untuk membawa City meraih kemenangan telak 3-0 atas Brentford. Namun, di sisi lain, kemenangan penting di Etihad Stadium pada Sabtu (4/10/2025) malam itu harus dibayar dengan sangat mahal.
Gelandang jangkar tak tergantikan mereka, sang metronom permainan, Rodri, harus ditarik keluar lapangan karena cedera. Kehilangan pemain asal Spanyol ini, bahkan hanya untuk beberapa pekan, bisa menjadi mimpi buruk yang sesungguhnya bagi ambisi Pep Guardiola untuk mempertahankan mahkota Liga Inggris. Laga ini adalah sebuah gambaran sempurna dari dualisme dalam sepak bola: sebuah kemenangan gemilang yang dibayangi oleh awan kelabu kekhawatiran.
Bagi kita para penikmat Liga Inggris, pertandingan ini adalah sebuah drama yang menunjukkan betapa tipisnya batas antara euforia dan petaka. Mari kita bedah lebih dalam momen-momen krusial dari malam yang emosional di Manchester.
Setelah melewati beberapa pertandingan tanpa mencetak gol—sebuah “paceklik” yang tidak biasa bagi standarnya—Erling Haaland akhirnya menjawab semua kritik dengan cara terbaik yang ia tahu: menjebol gawang lawan. Penyerang asal Norwegia ini tampil buas dan menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Brentford sepanjang laga.
Gol pertamanya lahir dari titik penalti, sebuah eksekusi dingin yang menunjukkan ketenangan mentalnya. Namun, gol keduanya lah yang benar-benar menunjukkan kelasnya. Menerima umpan terobosan matang, ia menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengalahkan bek lawan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri mematikan yang tak mampu dibendung kiper. Rating 9/10 untuk penampilannya yang kembali ke level predator.
Keganasan Haaland seolah menjadi pesan bagi para rivalnya di liga: jangan pernah meragukan seorang finisher kelas dunia. Ia mungkin bisa ‘tertidur’ untuk sesaat, tetapi saat ia terbangun, ia akan kembali dengan rasa lapar yang lebih besar.
Kemenangan City tidak hanya berkat Haaland. Secara keseluruhan, tim asuhan Pep Guardiola ini tampil sangat dominan. Mereka mengurung pertahanan Brentford dan tidak memberikan banyak ruang bagi The Bees untuk mengembangkan permainan.
Satu gol lainnya dicetak oleh sang ‘Pangeran Etihad’, Phil Foden, melalui sebuah aksi individual yang brilian. Ia menari-nari melewati beberapa pemain sebelum melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok gawang. Penampilan Foden yang konsisten di level tertinggi musim ini sekali lagi membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta terbaik yang dimiliki Inggris saat ini.
Di tengah semua pesta gol dan dominasi permainan, petaka itu datang. Rodri terkapar di lapangan dan harus mendapatkan perawatan sebelum akhirnya digantikan. Kehilangan Rodri adalah pukulan yang jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan tiga poin sekalipun. Statistik membuktikan, Manchester City adalah tim yang sangat berbeda saat bermain tanpa dirinya. Ia adalah penyeimbang, pemutus serangan lawan, sekaligus pengatur tempo permainan.
Tanpa Rodri, City seringkali terlihat rapuh dan mudah kehilangan kontrol di lini tengah. Pep Guardiola kini harus memutar otak lebih keras untuk mencari formula yang pas untuk mengisi kekosongan masif yang ditinggalkan oleh sang jenderal lapangan tengah. Para fans kini hanya bisa berharap dan berdoa agar cedera yang dialami Rodri tidak seserius yang dibayangkan.
Sobat Beranjak, laga Man City vs Brentford ini adalah sebuah mikrokosmos dari sebuah musim kompetisi yang panjang dan melelahkan. Ia mengajarkan kita bahwa sehebat apapun sebuah tim, mereka tidak akan pernah bisa lepas dari ancaman cedera yang bisa mengubah peruntungan dalam sekejap.
Kemenangan ini memang menjaga City tetap berada di jalur juara. Namun, tantangan sesungguhnya bagi Pep Guardiola baru akan dimulai sekarang: bagaimana ia bisa menjaga konsistensi permainan timnya tanpa kehadiran pemain paling vital di dalam skuadnya.
Bagi kita para penonton, ini akan menjadi plot twist yang menarik untuk diikuti. Apakah City mampu mengatasi badai ini? Ataukah ini akan menjadi celah bagi para rival seperti Arsenal dan Liverpool untuk mengambil keuntungan? Liga Inggris kembali membuktikan mengapa ia disebut sebagai liga paling kompetitif dan tak terduga di planet ini. Mari kita Beranjak untuk terus menyaksikan setiap dramanya!









