
Buat para Cules (fans Barcelona), mungkin hari ini kalian pengen banget skip buka media sosial. Gimana enggak? Harapan melihat Barcelona berjaya di Liga Champions harus terkubur dalam-dalam—setidaknya untuk malam ini—setelah dibantai Chelsea dengan skor telak 0-3.
Bermain tandang memang berat, tapi apa yang terjadi di lapangan tadi lebih mirip film horor ketimbang pertandingan sepak bola. Semua rencana pelatih Hansi Flick berantakan total gara-gara satu momen fatal di babak pertama.
Yuk, kita bedah rating pemain Barcelona yang bikin fans geleng-geleng kepala sambil elus dada!
Ronald Araujo: Dari Pahlawan Jadi “Public Enemy”
Rating: 2/10
Sobat Beranjak, dalam sepak bola level tertinggi, kesalahan kecil bisa fatal. Tapi apa yang dilakukan Araujo bukan kesalahan kecil, itu bencana. Kartu merah langsung yang ia terima di babak pertama benar-benar membunuh permainan Barcelona.
Membiarkan tim bermain dengan 10 orang melawan Chelsea yang lagi on fire di kandangnya sendiri adalah misi bunuh diri. Araujo mungkin bek tangguh, tapi kedisiplinannya malam ini nol besar. Gara-gara dia, strategi tim bubar jalan.
Lamine Yamal: “Di-Lock” Cucurella
Rating: 4/10
Digadang-gadang bakal jadi pembeda dalam duel wonderkid melawan Estevao Willian, Lamine Yamal justru tampil antiklimaks. Remaja ajaib ini mati kutu dijaga ketat oleh Marc Cucurella.
Yamal nyaris tak punya ruang gerak. Dribel-dribel mautnya sering patah di tengah jalan. Ditambah lagi dengan tim yang kalah jumlah pemain, Yamal lebih banyak lari-lari mengejar bayangan bola daripada menciptakan peluang. Malam yang berat buat si anak ajaib.
Jules Kounde: Apes Kuadrat
Rating: 3/10
Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah nasib Kounde malam ini. Bek asal Prancis ini mencetak gol bunuh diri yang membuka keran gol Chelsea. Mentalnya terlihat down setelah momen itu. Di sisa laga, ia sering telat menutup ruang dan kewalahan menghadapi kecepatan sayap Chelsea.
Robert Lewandowski: Terisolasi dan Frustrasi
Rating: 5/10
Kasihan Lewy. Sebagai ujung tombak, dia butuh suplai bola. Tapi dengan 10 pemain, bola jarang banget sampai ke kakinya. Dia cuma bisa lari-lari cari ruang kosong yang tak kunjung ketemu. Sekalinya dapat bola, dia langsung dikepung bek Chelsea. Minim ancaman, nol tembakan berbahaya.
Satu-Satunya Harapan? Pena Kerja Keras
Inaki Pena: 6/10
Kalau bukan karena Inaki Pena di bawah mistar, mungkin skornya bisa lebih dari 3-0. Kiper pengganti Ter Stegen ini melakukan beberapa penyelamatan krusial di awal laga. Tapi ya, sejarago-jagonya kiper, kalau pertahanan di depannya bolong melulu, bobol juga akhirnya.
Kekalahan ini jadi tamparan keras buat Barcelona. Di Liga Champions, mentalitas dan kedisiplinan itu harga mati. Kartu merah konyol dan kesalahan sendiri nggak ada tempat di kompetisi sekejam ini.
Buat Cules, yang sabar ya! Masih ada laga-laga berikutnya buat bangkit. Tapi kalau mainnya masih panic mode kayak gini, jangan harap bisa angkat trofi “Si Kuping Besar”.
Visca Barca (tapi lagi sedih)!









