
Pernah enggak sih kalian nonton serial sekolah di luar negeri dan merasa iri dengan fasilitas mereka? Lapangan olahraganya keren, lab komputernya canggih, dan suasananya bikin semangat belajar. Nah, mimpi untuk punya sekolah dengan standar seperti itu di Indonesia sepertinya bakal segera terwujud.
Presiden Prabowo Subianto baru saja melontarkan rencana ambisius untuk membangun “Sekolah Terintegrasi” dengan fasilitas modern yang diklaim setara dengan sekolah-sekolah di negara maju. Bukan cuma wacana, rencana ini sudah mulai digodok serius oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Yuk, kita bedah apa itu Sekolah Terintegrasi dan bagaimana dampaknya buat masa depan pendidikan kita!
Dalam peluncuran Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025), Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan.
“Rencana saya kita akan mulai bikin Sekolah Terintegrasi dengan fasilitas modern sama dengan sekolah yang ada di negara-negara lain,” ujar Presiden Prabowo.
Bayangkan, Sobat Beranjak, sekolah ini tidak hanya sekadar gedung kelas. Konsepnya dirancang untuk menjadi pusat keunggulan (center of excellence) di mana siswa bisa mengembangkan potensi akademik sekaligus non-akademik dengan dukungan fasilitas yang mumpuni. Tujuannya jelas: membangun kepercayaan diri Generasi Nusantara agar tidak merasa inferior dibandingkan anak-anak muda dari negara lain.
Mungkin kalian bertanya, “Apakah ini sekolah elit berbayar mahal?” Jawabannya: TIDAK.
Staf Khusus Mendikdasmen bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, Arif Jamali, menjelaskan bahwa Sekolah Terintegrasi ini justru diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.
Target spesifiknya adalah siswa dari desil 3, 4, dan 5, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi hampir miskin, pas-pasan, hingga cukup. Ini adalah langkah strategis untuk memutus rantai ketimpangan kualitas pendidikan. Jadi, anak-anak berbakat dari keluarga kurang mampu tetap bisa menikmati fasilitas pendidikan kelas dunia tanpa harus pusing memikirkan biaya.
Perlu dicatat nih, Sobat Beranjak, konsep Sekolah Terintegrasi ini berbeda dengan program Sekolah Rakyat atau Sekolah Garuda yang mungkin pernah kalian dengar sebelumnya.
Jika Sekolah Rakyat/Garuda identik dengan konsep asrama (boarding school), maka Sekolah Terintegrasi adalah sekolah reguler. Artinya, siswa tetap pulang ke rumah masing-masing setiap hari.
“Nah ini sekolah reguler biasa tetapi dia model terintegrasi… Nanti kita lihat apakah nanti harus buat baru ataukah nanti akan ada model transformatif yang sudah ada dikembangkan,” jelas Arif Jamali.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bahkan sudah melakukan studi banding ke sebuah sekolah percontohan di Samarinda, Kalimantan Timur, untuk melihat langsung bagaimana model integrasi ini berjalan.
Rencananya, Sekolah Terintegrasi ini tidak hanya akan ada di kota besar. Presiden Prabowo menginginkan sekolah model ini hadir di setiap kecamatan.
Ini adalah game changer! Bayangkan jika di setiap kecamatan di seluruh Indonesia memiliki setidaknya satu sekolah dengan standar fasilitas yang “wah”. Ketimpangan antara sekolah di Jawa dan luar Jawa, atau kota dan desa, perlahan bisa terkikis.
Fasilitas yang dimaksud tentu mencakup sarana olahraga, teknologi digital, hingga lingkungan belajar yang kondusif dan modern. “Jelas unggul lah ya. Nanti kalau misalnya sekolah biasa sudah diangkat ya harus unggul yang standar lah,” tambah Arif.
Sobat Beranjak, rencana ini adalah angin segar bagi dunia pendidikan kita. Fasilitas yang baik memang bukan satu-satunya penentu kesuksesan, tapi lingkungan yang mendukung pasti akan memacu semangat belajar.
Tugas kita sekarang adalah mengawal janji ini. Pastikan realisasinya tepat sasaran, tidak dikorupsi, dan benar-benar bisa dinikmati oleh mereka yang membutuhkan. Semoga di tahun-tahun mendatang, kita tidak perlu lagi iri melihat sekolah di drama Korea, karena sekolah di kecamatan sebelah rumah kita sudah sama kerennya!









