Monas “Tenggelam” Lautan Manusia! 130 Ribu Orang Padati Ikon Jakarta di Akhir Pekan Terakhir 2025

Akhir pekan kemarin (27-28 Desember) adalah weekend terakhir di tahun 2025. Apa yang terjadi di jantung ibu kota? Jawabannya: Lautan Manusia!

Kawasan Monumen Nasional (Monas) yang menjadi ikon kebanggaan Jakarta kembali membuktikan diri sebagai destinasi wisata “sejuta umat”. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 130.000 lebih pengunjung yang memadati kawasan Monas hanya dalam waktu dua hari!

Apakah kamu salah satu “semut” yang ikut berdesak-desakan di sana kemarin? Kalau iya, pasti paham banget gimana serunya (dan padatnya) suasana di sana. Yuk, kita lihat rekap kemeriahannya!

Meskipun mal-mal baru terus bermunculan, pesona Monas ternyata tak tergantikan. Angka 130 ribu pengunjung ini bukan angka kecil, lho. Ini setara dengan memindahkan penduduk satu kecamatan kecil ke satu titik!

Kenapa sih Monas masih jadi juara?

  • Murah Meriah: Tiket masuk yang sangat terjangkau (bahkan gratis untuk kawasan taman) jadi alasan utama. Cocok banget buat keluarga besar yang bawa rombongan.
  • Spot Foto Ikonik: Belum sah ke Jakarta kalau belum foto latar Tugu Monas. Apalagi saat sore hari, pemandangan langit Jakarta jadi background yang aesthetic.
  • Edukasi Sejarah: Selain lari-lari di taman, antrean masuk ke Museum Sejarah Nasional di cawan Monas juga mengular panjang. Wisata sambil belajar sejarah bangsa, mantap!

Salah satu atraksi yang paling diburu tentu saja naik ke Puncak Monas. Bayangkan, untuk bisa melihat Jakarta dari ketinggian 132 meter, pengunjung rela antre berjam-jam sejak pagi buta.

“Antusiasme warga luar biasa. Ini membuktikan Monas masih menjadi ruang publik favorit untuk menghabiskan waktu libur sekolah dan akhir tahun bersama keluarga.”

Buat Sobat Beranjak yang belum sempat ke sana dan berencana mampir sebelum 2026 datang, perhatikan tips ini biar nggak zonk:

  1. Datang Pagi: Kalau mau naik ke puncak, wajib datang sebelum loket buka biar dapat kuota.
  2. Bawa Bekal Air Minum: Cuaca Jakarta lagi terik-teriknya, jangan sampai dehidrasi saat keliling area seluas 80 hektar ini.
  3. Gunakan Transportasi Umum: Parkiran pasti penuh sesak. Naik TransJakarta atau MRT adalah pilihan paling bijak (turun di Halte Monas atau Stasiun Bundaran HI lalu jalan dikit).

Monas bukan cuma tugu batu, tapi ruang di mana tawa anak-anak dan kehangatan keluarga Jakarta (dan sekitarnya) berkumpul menjadi satu.

Jakarta Rame, Hati Senang!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait