Misteri “Orang Dalem” Kemenhub! KPK Buru Pejabat yang Diduga “Bestie” Tersangka Korupsi Rel Kereta

Masih ingat kasus suap jalur kereta api yang bikin kita semua geleng-geleng kepala tahun lalu? Ternyata, dramanya belum kelar, Guys! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menggali “harta karun” kotor di balik proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Kabar terbarunya bikin penasaran tingkat dewa. KPK sekarang lagi sibuk mencari sosok misterius di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diduga punya hubungan spesial (dalam artian bisnis gelap, ya!) dengan salah satu tersangka baru. Siapa dia dan seberapa kuat posisinya?

Yuk, kita bedah update kasus yang bikin proyek rel kereta kita jadi ladang basah koruptor ini!

Semuanya bermula dari penetapan tersangka baru, yaitu Eddy Kurniawan Winarto (EKW), seorang Komisaris PT Tri Tirta Permata. Nah, EKW ini diduga bukan pemain sembarangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membocorkan bahwa EKW punya kedekatan khusus dengan pejabat struktural di Kemenhub. Kedekatan inilah yang diduga memuluskan berbagai proyek.

“Kedekatan saudara EKW dengan para pejabat struktural yang ada di Kemenhub, ya, sedang kami dalami sampai di level yang mana. Apakah di level Eselon I, hanya Eselon II, atau bahkan ke top manager-nya,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Waduh, kalau sampai level top manager alias pucuk pimpinan, berarti ini skandalnya gede banget, Sobat Beranjak!

Kenapa sih sosok pejabat Kemenhub ini dicari? Karena EKW diduga menerima aliran dana fantastis sebesar Rp11,23 miliar!

Uang itu bukan cuma-cuma. EKW dibayar mahal karena dia dianggap “sakti”. Dia punya wewenang atau akses untuk:

  1. Mengatur proses lelang agar pemenangnya sesuai pesanan.
  2. Mengendalikan kontrak pekerjaan.
  3. Memeriksa keuangan pekerjaan.

Semua “kesaktian” EKW ini diduga kuat berasal dari backing-an pejabat Kemenhub yang sedang diburu KPK tadi. Jadi, polanya klasik: ada pengusaha yang jadi perantara, dan ada pejabat yang main aman di balik layar.

Kasus DJKA ini ibarat benang kusut yang makin ditarik makin panjang. Hingga awal Desember 2025 ini, KPK sudah menetapkan 19 orang tersangka plus dua korporasi.

Dua nama terbaru yang baru saja ditahan adalah:

  • Muhlis Hanggani Capah (MHC): ASN Kemenhub yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Dia diduga menerima Rp1,1 miliar.
  • Eddy Kurniawan Winarto (EKW): Pihak swasta yang kita bahas di atas, yang menerima Rp11,23 miliar.

Jomplang banget kan angkanya? ASN dapat 1 miliar, swasta dapat 11 miliar. KPK curiga uang 11 miliar itu nggak dimakan sendiri sama EKW, tapi mengalir juga ke “bos-bos” di atasnya.

Sobat Beranjak, ini uang rakyat lho. Proyek rel kereta api itu dibangun pakai pajak kita, tujuannya biar transportasi umum makin nyaman dan aman. Kalau anggarannya disunat buat bagi-bagi jatah pejabat, yang rugi siapa? Kita juga! Kualitas rel bisa jelek, keamanan terancam, dan proyek jadi mangkrak.

Kita dukung terus KPK buat bongkar siapa pejabat “beking” di balik EKW ini. Jangan sampai ada yang lolos cuma karena jabatannya tinggi.

Kawal terus kasusnya, jangan biarkan korupsi jadi budaya!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait