Gempa Kuat M 6,5 Guncang Sumenep, Getarannya “Menjalar” Hingga Bali dan Lombok

Sebuah guncangan gempa bumi yang cukup kuat kembali mengingatkan kita bahwa kita hidup di atas Cincin Api Pasifik. Pagi ini, Rabu (1/10/2025), sekitar pukul 09.21 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tak hanya membuat panik warga setempat, getaran gempa ini ternyata terasa hingga ratusan kilometer jauhnya, “menjalar” melintasi lautan hingga dirasakan oleh warga di Blitar, Bali, bahkan Lombok.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 130 kilometer arah Timur Laut dari Sumenep. Kabar baiknya, meskipun guncangannya kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, getarannya yang meluas menjadi bukti dari besarnya energi yang dilepaskan dari perut bumi.

Pusat gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer ini sontak membuat warga di Sumenep dan sekitarnya berhamburan keluar rumah. Guncangan yang dirasakan cukup kuat membuat perabotan rumah bergoyang dan menimbulkan kepanikan sesaat. Namun, kejutan terbesar justru dirasakan oleh warga di daerah yang sangat jauh dari pusat gempa.

Di Blitar, Jawa Timur, getaran dirasakan pada skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.

Getaran yang lebih kuat justru dilaporkan dari Pulau Bali. Di berbagai wilayah seperti Denpasar, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Kuta, hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa, getaran dirasakan pada skala II hingga III MMI. Pada skala III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang sedang melintas di dekatnya.

Bahkan, guncangan ini juga berhasil menyeberangi Selat Lombok. Warga di Lombok Utara, Kota Mataram, dan Lombok Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga melaporkan merasakan getaran pada skala II MMI. Fenomena ini menunjukkan betapa dahsyatnya energi gempa yang mampu merambat begitu jauh.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat gempa ini. Namun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah masih terus melakukan pendataan dan asesmen di lapangan.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Ia juga menyarankan warga untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, memastikan tidak ada kerusakan struktural yang bisa membahayakan jika terjadi gempa susulan. “Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa,” imbaunya.

Sobat Beranjak, kejadian ini sekali lagi adalah pengingat. Literasi kebencanaan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pastikan kamu tahu jalur evakuasi di lingkunganmu, siapkan tas siaga bencana dengan perlengkapan darurat, dan yang terpenting, selalu dapatkan informasi dari sumber yang kredibel seperti BMKG. Mari kita doakan agar saudara-saudara kita di semua wilayah yang terdampak selalu dalam keadaan aman dan lindungan-Nya.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait