
Pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” pas banget buat menggambarkan nasib buronan yang satu ini. Pelarian panjang Dewi Astutik (DA) alias “Mami”, seorang gembong narkoba jaringan internasional, akhirnya terhenti.
Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses melakukan operasi senyap lintas negara dan menangkap Dewi di Sihanoukville, Kamboja. Tapi tahukah kamu? Penangkapan “Big Fish” ini ternyata berawal dari kejelian petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta yang curiga sama sebuah paket.
Yuk, simak kronologi penangkapan yang membuktikan kalau aparat kita nggak main-main soal narkoba!
Semuanya bermula dari deteksi dini yang dilakukan oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta. Petugas mencurigai sebuah paket kiriman dari luar negeri yang terindikasi berisi barang haram.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya pernah menggagalkan penyelundupan 2,3 kilogram heroin yang ternyata ada kaitannya dengan jaringan Dewi Astutik.
“Kami pernah menggagalkan penyelundupan kokain atau heroin 2,3 kilogram dari kiriman tersangka DA ini,” ujar Gatot. Temuan ini menjadi kunci pembuka kotak pandora jaringan narkoba yang lebih besar.
Dewi Astutik bukan pemain baru, Sobat Beranjak. Dia dikenal sebagai “Mami” dalam dunia hitam narkotika dan memiliki peran sentral sebagai perekrut serta pengendali distribusi.
Jaringannya nggak kaleng-kaleng:
- Golden Triangle: Wilayah segitiga emas narkoba di Asia Tenggara.
- Koneksi Afrika & Korea Selatan: Dewi juga diketahui menjadi DPO di Korea Selatan dan terhubung dengan sindikat narkoba Asia-Afrika.
- Barang Bukti Fantastis: Ia disebut sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan 2 ton sabu senilai triliunan rupiah yang sempat digagalkan aparat.
Setelah mendapatkan info valid, BNN bergerak cepat (gercep) melakukan pengejaran hingga ke Kamboja. Berkat kerja sama apik antara BNN, Interpol, BAIS TNI, dan Kepolisian Kamboja, Dewi akhirnya tak berkutik.
Ia ditangkap saat baru saja keluar dari sebuah hotel di Sihanoukville bersama seorang pria, menaiki mobil Toyota Prius putih. Tanpa perlawanan, “Mami Dewi” langsung diamankan dan dipulangkan ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Penangkapan ini adalah peringatan keras bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan narkoba. Meskipun lari ke luar negeri, aparat Indonesia punya tangan panjang untuk menjangkau mereka.
Buat Sobat Beranjak, jangan pernah tergiur dengan iming-iming uang cepat dari bisnis haram ini. Sekali masuk, masa depanmu yang jadi taruhannya.
Jauhi narkoba, prestasi yes!









