Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Nikah Tanpa Jelas Status Demi Kaya Mendadak

Siapa sih yang enggak mau hidup mapan? Di era media sosial di mana flexing kekayaan jadi tontonan sehari-hari, keinginan untuk sukses secara instan kadang jadi godaan yang sulit ditolak. Namun, hati-hati ya, Sobat Beranjak. Jalan pintas sering kali justru berujung jalan buntu, bahkan jebakan yang berbahaya.

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan peringatan keras yang wajib kita dengarkan. Beliau menyoroti fenomena miris di mana sebagian warga tergiur mimpi kaya mendadak lewat jalur pernikahan dengan warga negara asing (WNA), yang sayangnya kerap berakhir tragis.

Peringatan Kang Dedi—sapaan akrab Dedi Mulyadi—bukan tanpa sebab. Momen ini mencuat pasca pemulangan Reni Rahmawati, seorang warga Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus “pengantin pesanan” di China. Reni akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air pada Selasa (18/11/2025) setelah melalui masa-masa sulit.

Saat ditemui di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Kang Dedi menegaskan bahwa mentalitas ingin cepat kaya lewat pernikahan beda negara harus segera diubah.

“Pada warga Jawa Barat, saya ingetin, jangan deh berorientasi kalau nikah sama orang asing, kemudian belum jelas statusnya siapa dia, itu akan jadi kaya,” tegas Dedi.

Pesan ini sangat relate buat kita, Generasi Nusantara. Pernikahan adalah komitmen sakral seumur hidup, bukan transaksi bisnis atau tiket lotre untuk mengubah nasib ekonomi dalam semalam. Ketika motif ekonomi menjadi landasan utama tanpa pengecekan latar belakang yang jelas, risiko eksploitasi menjadi sangat tinggi.

Yang bikin sedih, kasus seperti Reni ternyata bukan yang pertama. Kang Dedi mengungkapkan bahwa selama kariernya, ia sudah sering menangani kasus serupa—para “teteh-teteh” dari Jawa Barat yang terjebak di luar negeri karena iming-iming palsu.

“Saya enggak mau deh, ini peristiwa terakhir saja,” ujarnya dengan nada prihatin.

Modusnya sering kali klasik: janji hidup enak di luar negeri, menikah dengan orang kaya, dan bisa kirim uang banyak ke kampung. Namun realitasnya? Banyak yang justru terjebak dalam pernikahan paksa, kekerasan, hingga isolasi budaya dan bahasa yang menyiksa.

Nah, Sobat Beranjak, jika kamu atau kenalanmu memang memiliki rencana menikah dengan WNA, itu sah-sah saja kok! Cinta itu universal. Tapi, Kang Dedi memberikan “rambu-rambu” tegas agar tidak ada lagi yang jadi korban:

  1. Cek Status Kewarganegaraan: Pastikan identitas dan kewarganegaraan calon pasangan valid dan legal. Jangan modal percaya janji manis agen perjodohan.
  2. Pernikahan Resmi: Wajib menikah secara resmi yang tercatat negara, bukan nikah siri atau nikah kontrak. Perlindungan hukum hanya ada di pernikahan yang sah.
  3. Keterlibatan Keluarga: Pastikan keluarga calon pasangan dari luar negeri datang dan bertemu keluarga di sini. Transparansi adalah kunci keamanan.

“Kalau menikah itu nanti harus jelas status kewarganegaraannya, nikahnya harus nikah resmi, kemudian juga ada keluarganya dari luar ke sini,” tambah Kang Dedi.

Saking seriusnya masalah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan tidak ragu untuk mengambil langkah protektif ekstrem. Kang Dedi mewacanakan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) yang melarang keberangkatan warga ke negara-negara tertentu yang memiliki rekam jejak buruk terhadap pekerja migran atau kasus pengantin pesanan asal Indonesia.

“Bila perlu nanti saya keluarin lagi peraturan gubernur larangan warga Jabar untuk pergi ke daerah ini… yang kemudian di negara tersebut menimbulkan penderitaan,” tegasnya.

Sobat Beranjak, kisah ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua. Tidak ada kesuksesan yang instan. Membangun kemandirian ekonomi lewat skill, pendidikan, atau kewirausahaan (UMKM) memang melelahkan, tapi hasilnya jauh lebih manis dan bermartabat daripada menggantungkan nasib pada orang lain.

Mari kita saling jaga. Jika ada teman atau tetangga yang terlihat tergiur tawaran-tawaran mencurigakan soal “nikah instan” ke luar negeri, jangan ragu untuk mengingatkan. Jadilah generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya di negeri sendiri.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait