
Di balik citra tegas dan sosoknya sebagai pemimpin tertinggi militer dan negara, Presiden Prabowo Subianto adalah seorang manusia yang menyimpan sebuah perjalanan hidup yang luar biasa kompleks. Dan baru-baru ini, publik disuguhi sebuah momen langka di mana ia membuka salah satu lembar paling personal dan kelam dalam buku kehidupannya.
Dalam sebuah kesempatan, Presiden Prabowo berbagi sebuah ‘curhat’—sebuah kenangan mendalam—tentang bagaimana Keluarga Kerajaan Yordania menerimanya dengan tangan terbuka di saat ia berada di titik terendah dalam kariernya. Momen ini merujuk pada periode pasca-1998, sebuah masa sulit di mana ia terlempar dari panggung militer dan politik di negerinya sendiri.
Ini bukan sekadar cerita nostalgia. Ini adalah sebuah kisah tentang persahabatan sejati, tentang loyalitas yang melampaui batas negara, dan tentang utang budi yang tak akan pernah dilupakan. Bagi kita, Generasi Nusantara, kisah ini adalah intipan langka ke sisi paling humanis dari seorang pemimpin.
Kisah ini berawal jauh sebelum Prabowo menjadi Presiden. Saat ia menghadapi “masa sulit” dan harus meninggalkan Indonesia, banyak pintu yang dulu terbuka kini tertutup rapat. Di tengah situasi yang ia gambarkan sebagai “dihadapkan pada masa-masa paling sulit,” sebuah uluran tangan datang dari tempat yang tak terduga: Yordania.
Prabowo menceritakan bahwa ia memiliki hubungan persahabatan yang sangat erat dengan Raja Abdullah II, pemimpin Yordania saat ini. Persahabatan mereka bukan terjalin di meja diplomasi, melainkan ditempa bertahun-tahun sebelumnya saat keduanya masih menjadi perwira muda militer yang berlatih bersama di kesatuan elite.
Ketika Prabowo ‘terbuang’ dan tidak tahu harus ke mana, sahabatnya yang seorang pangeran (kini raja) itu tidak berpaling.
“Saya diterima di sana (Yordania) bukan sebagai tamu resmi, tapi sebagai saudara,” kenang Prabowo. Keluarga Kerajaan Yordania memberinya perlindungan, tempat tinggal, dan yang terpenting, martabat di saat orang lain mencoba merenggutnya.
Prabowo menegaskan bahwa apa yang diberikan oleh Raja Abdullah II dan almarhum Raja Hussein (ayahnya) bukanlah sebuah manuver politik. Itu adalah murni sebuah tindakan persahabatan dan loyalitas “sesama prajurit”.
“Mereka menerima saya di saat saya nobody. Mereka menunjukkan apa arti dari sebuah persahabatan sejati,” ujarnya.
Momen ‘curhat’ ini menjelaskan banyak hal. Ini menjelaskan mengapa hubungan antara Indonesia dan Yordania di bawah kepemimpinan Prabowo terasa begitu hangat dan personal. Ini bukan lagi sekadar hubungan bilateral antar negara; ini adalah hubungan yang dibangun di atas fondasi utang budi dan rasa terima kasih yang mendalam.
Kisah ini juga menjelaskan mengapa Prabowo, saat baru menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menjadikan Yordania sebagai salah satu negara pertama yang ia kunjungi. Itu adalah sebuah perjalanan untuk “menyapa kembali” keluarga yang telah melindunginya.
Sobat Beranjak, kisah personal yang dibagikan oleh Presiden Prabowo ini adalah sebuah pelajaran hidup yang sangat kuat bagi kita semua.
- Roda Takdir Itu Berputar: Kisah ini adalah bukti nyata bahwa roda takdir itu benar-benar berputar. Seseorang yang pernah berada di titik terendah, ‘dibuang’, dan dianggap ‘selesai’, kini kembali sebagai pemimpin tertinggi di negaranya.
- Nilai Sebuah Persahabatan: Di dunia yang seringkali transaksional, cerita ini mengingatkan kita pada kekuatan sebuah loyalitas yang tulus. Sahabat sejati adalah mereka yang ada di saat kita tidak memiliki apa-apa, bukan mereka yang datang saat kita punya segalanya.
- Sisi Humanis di Balik Kekuasaan: Pemimpin besar pun memiliki luka, kenangan pahit, dan utang budi. Momen ini menunjukkan sisi kerapuhan yang membuat seorang pemimpin tetap menjadi manusia.
Kisah Prabowo dan Keluarga Raja Yordania adalah sebuah pengingat abadi bahwa di atas semua intrik politik dan kekuasaan, nilai kemanusiaan dan kesetiaan adalah mata uang yang paling berharga.
Mari kita Beranjak untuk tidak pernah melupakan siapa yang berdiri di samping kita saat badai menerpa. Karena loyalitas adalah investasi terbaik yang tak bisa dibeli oleh apa pun.









