Bukan Adegan Film! Aipda Elly Terjang Arus Deras Demi Selamatkan 2 Remaja di Koja

Seringkali kita mengira aksi heroik hanya terjadi di layar bioskop, lengkap dengan efek visual dan musik latar yang dramatis. Namun, realitas di lapangan kadang jauh lebih menegangkan dan menyentuh hati. Kali ini, kisah keberanian datang dari Jakarta Utara, tepatnya dari seorang anggota kepolisian yang membuktikan bahwa seragam bukan hanya identitas profesi, melainkan simbol pengabdian tanpa batas.

Aipda Elly Ependi, sosok polisi yang mungkin tak pernah menyangka bahwa tugas rutinnya hari itu akan berubah menjadi misi penyelamatan nyawa yang mempertaruhkan keselamatannya sendiri.

Semua bermula pada Selasa siang (18/11/2025), di tengah hiruk-pikuk RW 11, Kelurahan Koja, Jakarta Utara. Saat itu, Aipda Elly sedang fokus mengawal pendistribusian pangan murah untuk warga. Suasana mendung dan gerimis turun membasahi jalanan, tipikal cuaca yang membuat orang ingin segera berteduh.

Namun, di tengah rutinitas itu, telinga Aipda Elly menangkap suara yang ganjil. Bukan suara klakson atau obrolan warga, melainkan teriakan minta tolong yang samar namun mendesak dari arah Kali Sindang (Kali Kresek).

“Setelah lihat kiri kanan enggak ada orang, ternyata ada yang minta tolong di air. Awalnya kelihatan satu, lalu muncul dua orang,” kenang Elly.

Momen itu adalah titik balik. Tanpa menunggu tim SAR atau alat bantu canggih, naluri kemanusiaannya langsung mengambil alih.

Sobat Beranjak, bayangkan situasi di mana kamu melihat dua nyawa terombang-ambing arus sungai yang deras dan keruh. Pilihan logis mungkin menunggu bantuan, tapi Aipda Elly memilih opsi paling berisiko: bertindak sekarang atau terlambat selamanya.

Tanpa pikir panjang, ia memanjat pagar pembatas kali setinggi 1,5 meter. Tanpa pelampung, tanpa tali pengaman, ia melompat langsung ke dalam air yang gelap.

“Enggak berpikir lain, langsung loncat saya. Airnya deras, masih gerimis, tapi demi nyawa manusia,” ujarnya tegas.

Kalimat sederhana ini menampar kita dengan makna pengorbanan yang sesungguhnya. Di saat orang lain mungkin sibuk merekam kejadian untuk konten viral, Aipda Elly sibuk bertaruh nyawa.

Perjuangan belum selesai setelah melompat. Di dalam air, Aipda Elly harus melawan arus yang menggulung tubuhnya. Tantangan makin berat ketika salah satu korban, remaja berinisial AH (14), tiba-tiba hilang dari pandangan dan tenggelam.

Kepanikan sempat melanda. Elly bahkan sempat bertanya pada korban lain yang masih terlihat, “Mana yang satunya?”

Alih-alih menyerah, Elly kembali menyelam ke dasar kali yang keruh. Mengandalkan insting dan rabaan tangan di tengah kegelapan air, ia akhirnya berhasil menyentuh tangan kiri AH. Detik-detik itulah yang menjadi pembeda antara kabar duka dan kabar bahagia. Dengan sisa tenaga, ia menarik tubuh remaja tersebut ke permukaan.

“Kalau sampai enggak ketemu, saya menyesal seumur hidup,” ungkapnya. Sebuah pernyataan yang menunjukkan betapa besarnya beban tanggung jawab yang ia pikul saat itu.

Sobat Beranjak, kisah Aipda Elly bukan hanya tentang keberanian seorang polisi, tapi juga pengingat keras bagi kita semua—terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir atau dekat sungai.

  1. Jangan Main-main dengan Alam: Cuaca ekstrem dan arus sungai bukan wahana bermain. Kejadian ini menjadi peringatan keras agar kita, atau adik-adik kita, tidak berenang atau bermain di pinggir sungai saat cuaca buruk.
  2. Kepedulian Itu Menular: Aksi Aipda Elly mengajarkan kita untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Terkadang, bantuan kecil kita (bahkan sekadar mendengar teriakan minta tolong) bisa mengubah takdir seseorang.
  3. Hargai Profesi Pelayan Publik: Di balik seragam aparat yang sering kita lihat di jalan, ada manusia-manusia yang siap pasang badan demi keselamatan warga.

Mari kita berikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Aipda Elly. Semoga keberanian beliau menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan sigap membantu sesama, dalam skala apapun yang kita mampu.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait