
Hai, Sobat Beranjak! Kalau mendengar kata “sejarah”, apa yang terlintas di benakmu? Teks panjang di buku paket atau hafalan tanggal yang bikin pusing? Sepertinya, pemerintah ingin mengubah citra itu. Ada cara baru yang lebih seru untuk memahami momen paling krusial bagi bangsa kita: Proklamasi Kemerdekaan.
Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong adanya kajian baru tentang sejarah proklamasi yang tidak monoton. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyebutkan bahwa ada banyak sisi cerita dari para tokoh bangsa yang masih bisa digali dan dikemas dengan cara yang lebih inovatif, salah satunya melalui film. Ini adalah ajakan langsung bagi Generasi Nusantara untuk tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga pencipta ulang cerita sejarah.
Menurut Menbud, banyak kisah di balik detik-detik proklamasi yang belum banyak diangkat, mulai dari cerita para pahlawan hingga peristiwa-peristiwa penting lainnya. Tujuannya jelas: agar sejarah terasa lebih hidup, relevan, dan “dekat” dengan generasi muda.
Menjawab tantangan ini, Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia (YLKHI) menginisiasi sebuah gerakan konkret, yaitu Lomba Naskah Film Rumah Proklamasi. Inisiatif ini didukung penuh oleh kalangan akademisi, seperti Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIPB) Universitas Indonesia, Bondan Kanumoyoso. “Kami ingin mendorong anak muda dalam menuangkan idenya. Kita wadahi, kita berikan fasilitas, dan kita berikan pelatihan agar gagasan-gagasan tersebut memiliki wadahnya,” jelas Bondan.
Lomba ini punya empat tujuan utama:
- Mengembangkan bakat penulisan skenario di kalangan anak muda.
- Meningkatkan kualitas skenario film bertema sejarah.
- Melibatkan masyarakat, khususnya kamu, dalam pelestarian sejarah.
- Mendorong kolaborasi antarpenulis, ahli, hingga komunitas perfilman.
Ini bukan sekadar lomba, Sobat Beranjak. Ini adalah kesempatan emas untuk menyuarakan pandanganmu tentang kemerdekaan. Bagaimana jika cerita proklamasi dilihat dari sudut pandang seorang jurnalis muda saat itu? Atau dari perspektif rakyat biasa yang mendengar kabar kemerdekaan? Inilah panggung bagi imajinasimu untuk bergerak liar dan produktif.
Pemerintah pun siap mendukung melalui program Dana Indonesiana untuk mewujudkan ekosistem budaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Jadi, sudah siap Beranjak dari penonton menjadi pencerita sejarah bangsamu sendiri?









