Awas Hoaks! Video “GAM Cegat Kapal Bantuan” di Aceh Ternyata Misleading, Ini Fakta Sebenarnya!

Di tengah duka bencana banjir yang melanda Aceh, sayangnya masih ada aja oknum yang hobi memancing di air keruh. Baru-baru ini, linimasa media sosial (terutama TikTok dan WhatsApp Group) dihebohkan oleh sebuah video viral yang bikin netizen emosi.

Video tersebut memperlihatkan sekelompok pria berseragam loreng menaiki kapal di tengah sungai. Narasi yang ditempelkan sangat provokatif: “Anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka) mencegat kapal bantuan dan minta jatah.”

Sontak, video ini memicu kemarahan publik yang mengira bantuan untuk korban bencana sedang dibajak. Eits, tapi tunggu dulu! Jangan buru-buru emosi, karena faktanya TIDAK SEPERTI ITU. Yuk, kita luruskan biar nggak ikut menyebar fitnah!

Polda Aceh langsung bergerak cepat melakukan penelusuran. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut adalah HOAKS.

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun:

  1. Bukan Pencegatan: Pria-pria dalam video tersebut memang mengenakan atribut loreng khas Komite Peralihan Aceh (KPA)—organisasi wadah mantan kombatan GAM yang kini sudah berdamai dan menjadi warga sipil biasa.
  2. Sedang Membantu: Mereka tidak sedang meminta jatah atau merampok. Justru, anggota KPA tersebut sedang membantu distribusi logistik atau melakukan koordinasi di lapangan untuk menembus daerah terisolir.
  3. Narasi Tempelan: Suara atau teks yang menyebut “minta jatah” adalah tambahan dari penyebar video yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.

Bagi orang luar Aceh, melihat seragam loreng mungkin langsung diasosiasikan dengan militer atau kelompok bersenjata. Padahal, di Aceh, KPA sering terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama saat bencana seperti ini.

Ketua KPA setempat juga telah mengklarifikasi bahwa anggotanya turun ke lapangan murni untuk misi kemanusiaan, membantu warga yang terjebak banjir, bukan untuk mencari keuntungan.

Sobat Beranjak, menyebarkan hoaks di saat bencana itu jahat banget, lho. Dampaknya bisa fatal:

  • Menghambat Bantuan: Donatur jadi takut mengirim bantuan karena isu keamanan.
  • Memecah Belah: Menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah.
  • Menambah Beban Korban: Warga yang butuh bantuan malah jadi korban fitnah.

Pihak kepolisian mengimbau agar kita lebih bijak. Jangan telan mentah-mentah video pendek tanpa konteks yang jelas.

“Kami minta masyarakat tidak terprovokasi. Situasi di Aceh kondusif dan proses distribusi bantuan dikawal ketat oleh aparat,” tegas Kombes Joko.

Jadi, kalau nemu video ini di grup keluarga atau tongkrongan, tolong bantu luruskan ya! Aceh butuh doa dan bantuan kita, bukan fitnah.

Jari cerdas, anti hoaks, Indonesia damai!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait