Awas! Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Bergejolak, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter

Kewaspadaan tingkat tinggi kembali diberlakukan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung Lewotobi Laki-laki, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus sebanyak dua kali pada Minggu (28/9/2025) pagi. Erupsi ini menyemburkan kolom abu pekat yang membubung tinggi ke angkasa, memaksa pihak berwenang untuk mengambil langkah cepat demi keselamatan warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang kekuatan alam yang dahsyat dan pentingnya untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama bagi saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar cincin api. Mari kita simak detailnya dan apa saja yang perlu kita ketahui untuk tetap aman.

Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki dimulai pada pukul 08.59 WITA. Letusan pertama terekam oleh seismograf dengan menyemburkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak. Asap tebal berwarna kelabu hingga cokelat terlihat membubung ke arah barat daya, menandakan adanya material vulkanik yang dilontarkan dari kawah.

Belum reda kekhawatiran dari letusan pertama, getaran kembali terasa. Tepat pada pukul 09.51 WITA, letusan kedua yang lebih kuat terjadi. Kali ini, kolom abu yang disemburkan jauh lebih tinggi, mencapai 1.200 meter atau 1,2 kilometer di atas puncak. Arah angin yang masih sama membawa sebaran abu vulkanik ke wilayah barat daya, meningkatkan potensi bahaya bagi desa-desa yang berada di jalur tersebut.

Akibat dari aktivitas erupsi yang meningkat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Gunung Lewotobi Laki-laki pada Level IV atau AWAS. Ini adalah level peringatan tertinggi, yang berarti ada potensi bahaya serius yang mengancam pemukiman di sekitar gunung.

Erupsi ini tidak hanya menjadi tontonan alam yang mengerikan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi aktivitas masyarakat. Salah satu yang paling terdampak adalah sektor penerbangan. Untuk menjamin keselamatan, Bandara Frans Seda Maumere sempat ditutup sementara waktu hingga kondisi dianggap aman dan jarak pandang kembali normal.

Pihak berwenang, termasuk BPBD setempat, telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan pengunjung. Pertama, tidak boleh ada aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi, serta perluasan sektoral sejauh 6 kilometer ke arah utara dan timur laut. Ini adalah zona merah yang sangat berbahaya.

Kedua, dan ini yang paling penting bagi kita semua, adalah waspada terhadap bahaya abu vulkanik. Hujan abu dapat menyebabkan masalah pernapasan (ISPA) dan iritasi mata. Oleh karena itu, seluruh warga di sekitar lokasi diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah. Sumur dan sumber air bersih juga harus ditutup untuk menghindari kontaminasi.

Sobat Beranjak, mari kita kirimkan doa dan dukungan bagi saudara-saudara kita di Flores Timur. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan, kesabaran, dan keselamatan dalam menghadapi cobaan ini. Bagi kita yang jauh dari lokasi, ini adalah momentum untuk meningkatkan literasi kebencanaan kita. Selalu ikuti informasi dari sumber yang terpercaya dan bersiap siagalah, karena kita hidup di negeri yang indah namun juga penuh dengan tantangan alam. Tetap waspada, tetap aman!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait