
Banjir bandang yang melanda Aceh memang menyisakan PR besar, salah satunya adalah putusnya akses jalan yang bikin mobilitas warga jadi stuck. Kebayang nggak sih, jalur yang biasanya jadi urat nadi ekonomi dan logistik tiba-tiba nggak bisa dilewati? Pasti bikin pusing warga Nagan Raya dan Gayo Lues.
Tapi, ada kabar baik nih! Pemerintah Aceh nggak tinggal diam. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, M.Si, langsung turun tangan alias “gaspol” untuk memastikan perbaikan jembatan putus di lintas tengah Aceh ini segera rampung.
Fokus utamanya adalah jembatan di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, yang menjadi penghubung krusial. Yuk, kita simak update gerak cepat dari Tanah Rencong ini!
Dalam kunjungannya ke lokasi bencana, Pj Gubernur Safrizal menekankan bahwa perbaikan akses adalah prioritas nomor satu. Kenapa? Karena tanpa jalan dan jembatan yang layak, bantuan logistik susah masuk dan ekonomi warga bisa lumpuh total.
“Ini urat nadi perekonomian masyarakat. Kita harus gerak cepat agar aktivitas warga tidak terhenti lama,” tegas Safrizal saat meninjau lokasi.
Karena membangun jembatan permanen butuh waktu lama, pemerintah mengambil langkah taktis dengan memasang Jembatan Bailey.
Buat Sobat Beranjak yang belum tahu, Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja portabel yang bisa dirakit dengan cepat. Ini adalah solusi standar militer dan tanggap bencana yang terbukti ampuh.
- Target Pemasangan: Dikebut siang-malam agar bisa segera dilalui kendaraan.
- Kapasitas: Mampu menahan beban kendaraan logistik, sehingga pasokan makanan dan BBM bisa kembali lancar.
Perbaikan ini bukan kerja satu orang (one man show). Dinas PUPR Aceh berkolaborasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR untuk mempercepat prosesnya.
Alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan menyiapkan pondasi jembatan darurat. Sinergi ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah kompak banget buat memulihkan Aceh.
Dengan target penyelesaian yang cepat, diharapkan jalur Nagan Raya – Gayo Lues bisa segera terbuka kembali. Ini angin segar buat para pedagang, pelajar, dan tentu saja tim relawan yang membawa bantuan.
Mari kita doakan agar cuaca mendukung dan para pekerja di lapangan diberi kesehatan, sehingga jembatan ini bisa segera kita gunakan lagi.
Aceh bangkit, akses pulih, ekonomi melejit!









