
Di dunia akting yang penuh persaingan, terkadang sebuah peran yang paling dihindari justru bisa menjadi tiket emas menuju puncak kesuksesan. Inilah yang dialami oleh aktris muda berbakat, Davina Karamoy. Namanya kini meroket, salah satunya berkat perannya yang sangat meyakinkan—dan kontroversial—sebagai ‘pelakor’ (perebut laki orang) dalam salah satu filmnya yang populer.
Namun, di balik keberaniannya mengambil peran yang menantang dan seringkali dicap negatif oleh masyarakat itu, ada sebuah cerita menarik yang melibatkan sosok terpenting dalam hidupnya: sang mama. Dalam sebuah obrolan santai di podcast Ivan Gunawan, Davina membuat pengakuan yang mengejutkan sekaligus inspiratif. Ia mengaku bahwa rezekinya justru semakin lancar setelah memerankan karakter ‘pelakor’, sebuah peran yang awalnya ia tolak mentah-mentah. Dan semua itu, menurutnya, adalah berkat “paksaan” dari mamanya.
Kisah ini lebih dari sekadar cerita di balik layar. Ini adalah sebuah pelajaran tentang keluar dari zona nyaman, mendengarkan intuisi orang tua, dan bagaimana sebuah tantangan yang menakutkan justru bisa membuka pintu rezeki yang tak terduga. Bagi kita, Generasi Nusantara, yang seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan karier yang sulit, cerita Davina adalah sebuah perspektif baru yang menyegarkan.
Davina dengan jujur menceritakan keraguannya saat pertama kali ditawari peran sebagai orang ketiga. Sebagai seorang aktris, tentu ada kekhawatiran akan citra negatif yang mungkin akan melekat padanya. Ia sempat berpikir untuk menolak peran tersebut.
“Banyak loh project, kaya film aku yang sebelumnya. Setelah film yang kemarin pelakor itu, maksudnya rezeki jadi makin lancar kan. Itu tuh aku sangat menolak itu di awal,” jelas Davina.
Di saat ia bimbang itulah, sang mama turun tangan dengan cara yang tak biasa. Bukan dengan bujukan manis, melainkan dengan sebuah “tamparan” verbal yang membangkitkan semangat juangnya. “Tapi karena mama aku. Mamaku kaya, ‘lu norak banget akting kaya gitu gak bisa, ambil gak!'” kenang Davina, menirukan ucapan tegas ibunya.
Mungkin terdengar keras, namun “paksaan” dari sang mama inilah yang menjadi titik baliknya. Dorongan itu membuatnya sadar bahwa sebagai seorang seniman peran, ia tidak boleh terjebak dalam zona nyaman dan harus berani mengambil risiko. Ibunya melihat sebuah peluang besar yang saat itu tidak bisa dilihat oleh Davina sendiri.
Hasilnya? Seperti yang kita lihat sekarang. Peran tersebut sukses melambungkan namanya. Ia berhasil membuktikan kualitas aktingnya dan menunjukkan bahwa ia adalah aktris yang serba bisa. Dan yang terpenting, seperti pengakuannya, pintu-pintu rezeki baru justru terbuka semakin lebar setelahnya. Tawaran film dan proyek-proyek lain terus berdatangan, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di industri perfilman Indonesia.
Kisah Davina mengajarkan kita sebuah pelajaran penting tentang karier dan kehidupan. Terkadang, peluang terbaik dalam hidup kita datang dalam bentuk yang paling tidak kita inginkan atau paling kita takuti. Dan di saat-saat seperti itu, mendengarkan nasihat dari orang yang lebih berpengalaman, seperti orang tua, bisa menjadi kompas yang sangat berharga.
Sobat Beranjak, mari kita petik inspirasi dari cerita Davina Karamoy. Kisahnya bukan tentang membenarkan peran ‘pelakor’ dalam kehidupan nyata, melainkan tentang profesionalisme seorang aktor dan keberanian untuk menaklukkan tantangan.
Ini adalah sebuah pengingat bahwa di jalan menuju kesuksesan, akan ada banyak persimpangan yang membingungkan. Akan ada banyak peran yang harus kita mainkan, baik di depan kamera maupun di panggung kehidupan. Terkadang, kita perlu sedikit “paksaan”—baik dari orang lain maupun dari diri sendiri—untuk melompat lebih tinggi dan membuktikan bahwa kita mampu.
Salut untuk Davina yang telah menunjukkan totalitasnya, dan salut untuk sang mama yang telah melihat berlian di balik keraguan putrinya. Mari kita Beranjak untuk tidak pernah takut pada tantangan dan selalu terbuka pada nasihat-nasihat baik di sekitar kita. Siapa tahu, langkah paling menakutkan yang akan kita ambil hari ini adalah awal dari rezeki terbesar yang menanti kita di esok hari.









