Di Balik Citra ‘Family Man’, Marcel Chandrawinata Akui Dulu Tak Suka Anak Kecil Hingga Sebuah Momen Mengubah Segalanya

Bagi siapa pun yang mengikuti kehidupan keluarga Chandrawinata, sosok Marcel Chandrawinata kini identik dengan citra seorang family man sejati. Aktor tampan ini terlihat begitu menikmati perannya sebagai suami dari Deasy Priscilla dan ayah dari Archibald, putra semata wayang mereka. Namun, siapa sangka, di balik kehangatan dan kebahagiaan yang ia tampilkan saat ini, tersimpan sebuah fase di mana Marcel justru merasa tidak nyaman berada di dekat anak-anak.

Dalam sebuah pengakuan yang jujur dan mengejutkan, kembaran dari Mischa Chandrawinata ini mengungkapkan bahwa ia pernah berada di titik tidak menyukai anak kecil. Sebuah pengakuan yang mungkin sulit dipercaya, mengingat betapa luwes dan alaminya ia saat berinteraksi dengan sang buah hati. Lantas, apa yang terjadi? Momen magis apa yang mampu mengubah pandangannya secara drastis? Kisah ini adalah tentang transformasi, tentang bagaimana sebuah peran di lokasi syuting ternyata bisa merembes ke dunia nyata dan mengubah hati seseorang selamanya.

Sebelum menikah dan menjadi seorang ayah, Marcel Chandrawinata adalah seorang pria yang fokus pada karier dan kehidupannya sendiri. Dalam benaknya saat itu, anak kecil identik dengan keribetan, tangisan, dan tanggung jawab besar yang belum siap ia emban. Ia mengaku canggung dan tidak tahu bagaimana harus bersikap saat berhadapan dengan mereka. Perasaan ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, melainkan sebuah kejujuran dari fase hidup yang pernah ia lalui.

Namun, takdir seolah punya skenarionya sendiri. Pada tahun 2018, semesta memberinya sebuah “pelatihan” yang tak terduga. Marcel mendapatkan sebuah peran dalam proyek syuting yang mengharuskannya berakting sebagai seorang ayah dari anak kecil. Awalnya, ini hanyalah tuntutan profesional. Ia harus bisa membangun chemistry dengan lawan mainnya yang masih balita, belajar bagaimana cara menggendong, menenangkan, dan bermain dengannya demi kebutuhan kamera.

Di sinilah titik balik itu terjadi. Hari demi hari di lokasi syuting, interaksi yang awalnya terasa seperti akting perlahan berubah menjadi sesuatu yang tulus. Marcel mulai menemukan sisi lain dari anak-anak yang belum pernah ia lihat sebelumnya: kepolosan mereka, tawa mereka yang menular, dan cara mereka melihat dunia dengan penuh keajaiban. Momen-momen kecil di sela-sela pengambilan gambar—saat sang aktor cilik tertidur di pelukannya atau saat mereka bermain bersama—tanpa sadar mulai meluluhkan hatinya.

Pengalaman di lokasi syuting itu ternyata lebih dari sekadar pekerjaan. Itu adalah sebuah pencerahan. Marcel pulang ke rumah bukan lagi sebagai pria yang sama. Pandangannya tentang anak-anak telah berubah 180 derajat. Ia mulai melihat mereka bukan sebagai beban, melainkan sebagai sumber kebahagiaan dan pelengkap kehidupan.

Perubahan inilah yang pada akhirnya membuatnya lebih siap dan mantap untuk melangkah ke jenjang berikutnya: membangun keluarga. Ketika Archibald lahir, Marcel tidak lagi merasa canggung. Ia sudah punya “bekal” emosional dari pengalamannya di lokasi syuting. Ia menyambut peran barunya sebagai ayah dengan tangan terbuka, menikmati setiap momennya, mulai dari begadang, mengganti popok, hingga melihat tumbuh kembang sang anak.

Kisah transformasi Marcel Chandrawinata ini adalah sebuah pelajaran yang indah, Sobat Beranjak. Ia mengajarkan kita bahwa hati manusia itu dinamis dan bisa berubah. Terkadang, kita hanya perlu sebuah momen, sebuah pengalaman tak terduga, untuk membuka mata kita dan melihat dunia dari perspektif yang sama sekali baru. Bagi Marcel, momen itu datang dari sebuah peran di lokasi syuting. Namun, bagi kita, momen itu bisa datang dari mana saja.

Ini adalah cerita tentang bagaimana akting bisa menjadi nyata, dan bagaimana peran terbesar dalam hidup seringkali datang tanpa ada di dalam naskah. Sebuah pengingat bahwa terkadang, hal-hal yang paling kita takuti atau hindari justru adalah hal-hal yang paling kita butuhkan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait