‘Curhat’ Sule Akui Trauma Lihat Perceraian, Kini Pasang ‘Filter’ Super Ketat untuk Calon Pasangan

Di balik canda tawa dan persona kocaknya di layar kaca, komedian Entis Sutisna alias Sule menyimpan sebuah sisi kontemplatif yang mendalam, terutama jika menyangkut urusan hati. Setelah beberapa waktu menikmati kesendiriannya, Sule kini angkat bicara mengenai kriteria pasangan hidupnya di masa depan. Namun, ada sebuah pengakuan mengejutkan di baliknya: ia mengaku kini jauh lebih selektif, salah satunya karena trauma melihat perceraian yang dialami oleh sahabat-sahabat terdekatnya.

‘Curahan hati’ Sule ini sontak menjadi sorotan. Ini bukan lagi tentang mencari pasangan hanya untuk mengisi kekosongan, melainkan sebuah pencarian yang didasari oleh pembelajaran pahit, baik dari pengalaman pribadi maupun dari kisah orang-orang di sekelilingnya. Pengakuannya ini seolah menjadi cerminan dari kedewasaan seseorang yang telah melalui berbagai badai kehidupan.

Bagi kita, Generasi Nusantara, yang mungkin juga sedang menavigasi rumitnya dunia percintaan, kisah Sule ini adalah sebuah pelajaran berharga. Ini tentang pentingnya belajar dari kesalahan, tidak hanya kesalahan diri sendiri, tetapi juga kesalahan orang lain.

Dalam sebuah kesempatan, Sule mengungkapkan bahwa menyaksikan proses perceraian yang dialami oleh beberapa sahabatnya telah meninggalkan luka dan trauma tersendiri baginya. Meskipun ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa sahabat yang dimaksud, namun publik tahu bahwa lingkungan pertemanannya di dunia hiburan memang diwarnai oleh kisah-kisah perpisahan yang tak mudah.

Melihat secara langsung bagaimana sebuah ikatan pernikahan yang tadinya terlihat harmonis bisa hancur berantakan, bagaimana pertengkaran terjadi, dan bagaimana anak-anak menjadi korban, telah menjadi sebuah ‘alarm’ yang sangat keras bagi Sule. Pengalaman ini, ditambah dengan kegagalan pernikahannya sendiri di masa lalu, membuatnya sadar bahwa membangun rumah tangga bukanlah perkara yang bisa dianggap enteng.

“Sekarang jadi lebih selektif, karena belajar dari pengalaman teman-teman juga. Ngeri lihatnya. Jadi ada trauma juga,” ungkap Sule.

Trauma dan pembelajaran inilah yang kini membentuk sebuah ‘filter’ atau kriteria baru yang sangat ketat bagi Sule dalam mencari calon pendamping hidup. Ia menegaskan bahwa kini ia tidak lagi mencari pasangan yang hanya bermodalkan cinta dan perasaan sesaat. Ada hal-hal yang jauh lebih fundamental yang menjadi pertimbangannya.

Salah satu kriteria utama baginya sekarang adalah kemampuan calon pasangan untuk menerima tidak hanya dirinya, tetapi juga kelima anaknya. Bagi Sule, anak-anak adalah prioritas utamanya. Ia mencari sosok perempuan yang bukan hanya bisa menjadi istrinya, tetapi juga bisa menjadi ibu sambung yang tulus menyayangi Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan, Ferdi, dan Adzam.

“Yang penting itu bisa menerima anak-anak. Itu yang paling utama. Kalau hanya sayang sama saya tapi tidak bisa menyatu dengan anak-anak, ya percuma,” tegasnya.

Sobat Beranjak, kisah Sule ini adalah sebuah potret indah tentang kedewasaan.

  1. Belajar dari Lingkungan: Ia menunjukkan bahwa kita bisa menjadi lebih bijaksana dengan mengamati dan belajar dari apa yang terjadi di sekitar kita. Kepeduliannya terhadap nasib sahabat-sahabatnya telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih hati-hati.
  2. Prioritas yang Jelas: Di usianya yang sekarang dan dengan statusnya sebagai seorang ayah, Sule tahu persis apa yang menjadi prioritasnya. Ia tidak lagi egois memikirkan kebahagiaannya sendiri, tetapi kebahagiaan anak-anaknya menjadi fondasi utama.
  3. Tidak Terburu-buru: Pengakuannya ini adalah sinyal bahwa ia tidak ingin terburu-buru menikah hanya karena desakan status atau usia. Ia lebih memilih untuk menunggu orang yang benar-benar tepat, seseorang yang bisa membangun masa depan yang solid bersamanya dan keluarganya.

Perjalanan Sule mencari cinta sejatinya mungkin masih akan panjang. Namun, dengan bekal kebijaksanaan dan kehati-hatian yang ia miliki sekarang, kita semua berharap ia akan menemukan kebahagiaan yang pantas ia dapatkan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak pernah lelah belajar, bahkan dari luka dan kegagalan sekalipun. Mari kita Beranjak untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dalam setiap hubungan yang kita jalani.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait