
Sebuah kabar yang terasa seperti deja vu tragis kembali datang dari aktor Ammar Zoni. Di saat para penggemar dan keluarganya tengah menghitung hari menantikan kebebasannya pada bulan Desember mendatang, harapan itu harus pupus seketika. Ammar Zoni kembali ditangkap oleh pihak kepolisian terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Penangkapan ini menjadi sebuah ironi yang begitu menyakitkan. Ini adalah kali KEEMPAT Ammar Zoni terjerat dalam lingkaran setan yang sama. Sebuah siklus adiksi yang tampaknya begitu sulit untuk ia putus, meskipun telah berulang kali menjalani proses hukum dan rehabilitasi. Janji untuk pulang dan memulai lembaran baru yang dinanti-nantikan oleh anak-anaknya, kini kembali menjadi angan-angan kosong.
Kabar ini sontak mengejutkan publik. Banyak yang tak habis pikir, bagaimana bisa seseorang yang masih berada di bawah bayang-bayang hukuman dan baru akan bebas, justru kembali mengulangi kesalahan fatal yang sama? Kasus ini membuka luka lama dan memunculkan pertanyaan besar: apakah sistem rehabilitasi kita sudah benar-benar efektif?
Perjalanan Ammar Zoni dengan narkoba adalah sebuah kisah panjang yang penuh liku.
- Kasus Pertama (2017): Ia ditangkap karena penyalahgunaan ganja dan sabu.
- Kasus Kedua (Maret 2023): Kembali ditangkap karena sabu, yang membuatnya divonis 7 bulan penjara.
- Kasus Ketiga (Desember 2023): Belum lama bebas dari kasus kedua, ia kembali ditangkap karena ganja dan sabu.
- Kasus Keempat (Oktober 2025): Tertangkap lagi saat masih dalam masa hukuman dari kasus ketiga.
Pola yang berulang ini menunjukkan bahwa adiksi narkoba bukanlah masalah sepele yang bisa diselesaikan hanya dengan hukuman penjara. Ini adalah penyakit kronis yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis yang komprehensif, serius, dan berkelanjutan. Penjara mungkin bisa mengurung fisiknya, tetapi tidak serta-merta bisa menyembuhkan “penyakit” adiksi yang ada di dalam dirinya.
Menurut informasi yang beredar, penangkapan terakhir ini terjadi setelah polisi mendapatkan laporan dan melakukan pengintaian. Ammar Zoni ditangkap dengan barang bukti yang kembali mengindikasikan dirinya sebagai pengguna aktif.
Tentu, keputusan untuk kembali menggunakan narkoba adalah tanggung jawab pribadi Ammar Zoni. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kemungkinan adanya kegagalan sistemik. Kasus Ammar Zoni menjadi sebuah otokritik keras bagi sistem penegakan hukum dan rehabilitasi di Indonesia.
- Efektivitas Rehabilitasi: Apakah program rehabilitasi yang dijalani selama ini sudah tepat sasaran? Apakah ada program pendampingan pasca-rehabilitasi yang efektif untuk mencegah relapse (kembali kambuh)?
- Lingkungan di Dalam Lapas: Apakah lingkungan di dalam lembaga pemasyarakatan sudah benar-benar steril dari peredaran narkoba? Ini adalah pertanyaan krusial yang seringkali menjadi rahasia umum.
- Stigma vs Dukungan: Setelah keluar dari penjara, para mantan pecandu seringkali dihadapkan pada stigma negatif dari masyarakat, yang justru bisa mendorong mereka kembali ke lingkaran lama.
Bagi kita, Generasi Nusantara, kisah tragis Ammar Zoni adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal.
- Jauhi Narkoba Sedari Awal: Jangan pernah mencoba. Sekali terjerat, jalan keluarnya akan luar biasa sulit dan menyakitkan, tidak hanya bagi dirimu, tetapi juga bagi orang-orang yang kamu cintai.
- Adiksi adalah Penyakit, Bukan Aib: Jika kamu atau orang di sekitarmu terjerat narkoba, jangan hakimi. Pandanglah itu sebagai sebuah penyakit yang butuh pertolongan profesional. Dorong mereka untuk mencari bantuan, bukan malah mengucilkannya.
- Dukungan Itu Nyata: Lingkaran pertemanan yang sehat dan dukungan keluarga adalah benteng pertahanan terbaik.
Kini, Ammar Zoni harus kembali menghadapi proses hukum yang mungkin akan jauh lebih berat dari sebelumnya. Pupus sudah mimpinya untuk memeluk anak-anaknya di bulan Desember. Kita hanya bisa berharap, semoga ini benar-benar menjadi titik balik terakhir baginya untuk bisa sembuh total. Dan semoga, kasus ini menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi negara dalam menangani candu narkoba yang terus merusak generasi bangsa.









