
Akses jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan. Bayangkan kalau mau ke sekolah, pasar, atau rumah sakit saja harus bertaruh nyawa menyeberang sungai deras karena tidak ada jembatan. Sedihnya, ini masih dialami oleh saudara-saudara kita di pelosok Nusantara.
Namun, angin segar berhembus ke Pulau Nias, Sumatera Utara. Minggu (21/12) sore ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membawa kabar bahagia saat melakukan kunjungan kerja.
Melihat kondisi lapangan yang memprihatinkan, Mas Wapres langsung mengeluarkan instruksi tegas: Segera bangun jembatan! Keputusan ini menjadi titik terang bagi empat desa yang selama ini seolah “terlupakan” dan terisolasi dari dunia luar.
Simak detail instruksi “gercep” (gerak cepat) Wapres berikut ini!
Dalam kunjungannya, Gibran menyoroti betapa vitalnya akses penghubung antardesa di Nias. Tanpa basa-basi, ia memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daerah untuk segera mengeksekusi pembangunan jembatan gantung atau permanen di lokasi tersebut.
“Jangan sampai ada desa yang merasa ditinggalkan. Akses ini hak dasar. Segera kerjakan agar ekonomi dan pendidikan warga bisa berjalan normal.” — Instruksi Wapres Gibran
Langkah ini diambil agar mobilitas warga di empat desa tersebut tidak lagi terhambat, terutama saat musim hujan di mana debit air sungai sering meluap dan memutus akses.
Kenapa jembatan ini begitu penting? Bagi warga kota, jembatan mungkin hal biasa. Tapi bagi warga 4 desa di Nias ini, jembatan adalah jendela kehidupan.
Dampak positif yang bakal dirasakan jika jembatan ini rampung:
- Ekonomi Berputar: Petani bisa membawa hasil bumi ke pasar dengan lebih cepat dan murah.
- Akses Pendidikan: Anak-anak sekolah tidak perlu lagi menempuh jalur berbahaya atau memutar jauh untuk menuntut ilmu.
- Layanan Kesehatan: Warga yang sakit bisa segera dievakuasi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Keputusan Gibran ini menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan yang Indonesiasentris. Pembangunan tidak boleh hanya menumpuk di Jawa, tapi harus dirasakan nyata hingga ke pelosok Sumatera, termasuk Nias.
Kita doakan semoga proses lelang dan konstruksinya berjalan lancar, bebas korupsi, dan bisa segera diresmikan tahun depan.
Nias Bangkit, Indonesia Maju!









