
Jumat (19/12) ini menjadi hari yang sangat panas di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Di saat sebagian besar orang mulai bersiap liburan akhir tahun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru sedang bekerja lembur melakukan “bersih-bersih” besar-besaran.
Kabar mengejutkan datang bertubi-tubi. Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut (sejak Kamis kemarin), tim penindakan KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) secara maraton.
Hasilnya bikin geleng-geleng kepala: 25 orang diamankan dari 3 lokasi berbeda! Ini bukan sekadar penangkapan biasa, tapi sinyal keras bahwa radar antirasuah sedang menyala terang. Simak detailnya di bawah ini!
Biasanya OTT terjadi di satu lokasi, tapi kali ini KPK bergerak simultan. Hingga berita ini ditulis, informasi menyebutkan operasi senyap ini menyasar tiga wilayah (daerah/instansi) yang berbeda.
- Total Tangkapan: 25 orang yang diangkut ke gedung KPK terdiri dari oknum penyelenggara negara (pejabat), pihak swasta (kontraktor/penyuap), hingga staf pemerintahan.
- Barang Bukti: Tim penyidik juga dikabarkan mengamankan sejumlah uang tunai dan dokumen penting yang diduga terkait transaksi suap.
Sobat Beranjak, fenomena korupsi di akhir tahun anggaran memang sering jadi sorotan. Kejar tayang proyek dan pencairan anggaran seringkali dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk mencari “ceperan” atau kickback.
Langkah KPK melakukan OTT maraton ini seolah ingin memutus mata rantai praktik kotor “tutup buku” tersebut.
“Korupsi tidak mengenal hari libur. Penangkapan maraton ini adalah bukti bahwa KPK tetap bertaji dan mengawasi setiap sen uang rakyat, bahkan di penghujung tahun sekalipun.”
Sesuai aturan KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk memeriksa mereka yang tertangkap tangan guna menentukan status hukumnya.
Apakah ke-25 orang ini akan semuanya jadi tersangka? Atau hanya saksi? Kita masih menunggu konferensi pers resmi dari pimpinan KPK yang rencananya akan digelar segera. Yang jelas, lobi gedung KPK saat ini sedang penuh sesak oleh mereka yang diperiksa.
Melihat agresifnya pergerakan KPK dua hari ini, publik patut memberikan apresiasi. Kita butuh lembaga antirasuah yang galak pada maling uang rakyat, bukan yang letoy.
Mari kita kawal terus prosesnya, Sobat Beranjak. Jangan sampai ada intervensi politik yang melemahkan penegakan hukum ini.
Sikat habis, jangan kasih kendor!









