
Selasa pagi (16/12) ini dibuka dengan kabar yang cukup “pedas” dari kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, radar antirasuah mereka mengarah ke gedung wakil rakyat di Senayan.
Setelah resmi menahan dua orang tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi (terkait pengawasan keuangan/audit), KPK memberikan sinyal keras bahwa kasus ini belum selesai. Justru, ini baru pintu masuk untuk membongkar keterlibatan pihak yang lebih besar.
Siapa yang lagi ketar-ketir? Ternyata, KPK berencana mendalami keterlibatan para Anggota Komisi XI DPR RI periode 2019-2024. Wah, ada apa sebenarnya di komisi yang mengurusi keuangan dan perbankan ini? Yuk, simak updatenya!
Babak Baru: Pengembangan dari 2 Tersangka
Langkah KPK ini bukan tanpa dasar. Penahanan dua tersangka sebelumnya menjadi kunci pembuka kotak pandora.
- Nyanyian Tersangka: Biasanya, dari keterangan tersangka yang sudah ditahan, penyidik akan mendapatkan nama-nama baru atau aliran dana yang mencurigakan.
- Benang Merah: Penyidik KPK menegaskan bahwa mereka akan menelusuri setiap petunjuk. Jika bukti mengarah ke oknum legislator di Komisi XI, surat panggilan pemeriksaan pasti akan dilayangkan.
Sobat Beranjak, Komisi XI itu mitra kerjanya “basah” semua, lho. Mereka bermitra dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, hingga BPK.
- Dugaannya: Kasus ini kemungkinan berkaitan dengan adanya “main mata” dalam fungsi pengawasan atau penganggaran yang seharusnya menjadi tugas DPR.
- Periode 2019-2024: KPK spesifik menyebut periode lalu. Artinya, meski jabatannya sudah habis atau mungkin ada yang terpilih lagi, hukum tetap mengejar jika ada jejak korupsi yang tertinggal.
Pihak KPK menegaskan komitmennya untuk tidak pandang bulu. Mau itu pejabat aktif, mantan pejabat, atau politisi senior, kalau alat buktinya cukup (minimal dua alat bukti), rompi oranye siap menanti.
“Kami akan kembangkan terus. Siapapun yang terlibat, termasuk jika ada dugaan keterlibatan oknum Komisi XI, akan kami minta pertanggungjawaban hukumnya.”
Kabar ini tentu bikin kita gemas sekaligus berharap. Kita semua ingin uang negara yang dikumpulkan dari pajak rakyat benar-benar dijaga, bukan dijadikan bancakan oleh oknum pengawas dan penyelenggara negara.
Mari kita kawal terus kasus ini, Sobat Beranjak. Jangan sampai “masuk angin” atau hilang ditelan isu lain. Kita dukung KPK buat bersih-bersih Senayan!
Berani jujur itu hebat, berani korupsi siap-siap tamat!









