Buntut Kebakaran Maut! Polisi Panggil Dirut PT Terra Drone Indonesia Pekan Ini, Siapa Bertanggung Jawab?

Tragedi kebakaran dan ledakan yang menghanguskan kantor PT Terra Drone Indonesia beberapa hari lalu masih menyisakan duka mendalam. Insiden yang merenggut nyawa dan menyebabkan kerugian besar ini tentu tak boleh berlalu begitu saja tanpa ada kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab.

Kabar terbaru, aparat kepolisian mulai membidik jajaran petinggi perusahaan. Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone Indonesia pada pekan ini. Langkah ini diambil untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian yang memicu petaka tersebut.

Yuk, kita kawal terus proses hukumnya agar keadilan bagi para korban terwujud!

Penyidik kepolisian tidak mau membuang waktu. Setelah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan memeriksa sejumlah saksi mata di lapangan, kini giliran pucuk pimpinan perusahaan yang dimintai keterangan.

Pemeriksaan Dirut ini sangat krusial untuk mengetahui:

  1. Standar Operasional Prosedur (SOP): Apakah perusahaan sudah menerapkan standar keamanan yang benar dalam pengelolaan perangkat drone dan baterai lithium yang berisiko tinggi?
  2. Sistem Proteksi Kebakaran: Apakah gedung kantor dilengkapi dengan alat pemadam yang memadai dan jalur evakuasi yang layak?
  3. Izin Operasional: Kelengkapan administrasi terkait aktivitas perusahaan di lokasi tersebut.

“Kami akan mendalami sejauh mana tanggung jawab manajemen terhadap keselamatan pekerjanya,” ujar perwakilan kepolisian, Kamis (11/12/2025).

Sobat Beranjak, isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Industri teknologi, terutama yang berkaitan dengan hardware seperti drone, memiliki risiko ledakan dari komponen baterai.

Jika terbukti ada unsur kelalaian atau pengabaian standar keamanan demi efisiensi biaya, maka pihak manajemen bisa terancam pidana karena kelalaiannya menyebabkan hilangnya nyawa orang lain (Pasal 359 KUHP).

Pemanggilan Dirut ini diharapkan bisa membuka tabir penyebab pasti kebakaran. Apakah murni kecelakaan teknis, atau ada faktor human error yang sistematis?

Keluarga korban dan publik menanti transparansi dari hasil penyelidikan ini. Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja. Nyawa pekerja tidak bisa digantikan dengan santunan semata, tapi harus ada perbaikan sistem dan pertanggungjawaban hukum.

Kejadian di Terra Drone ini adalah wake-up call bagi seluruh perusahaan rintisan (startup) dan teknologi di Indonesia. Inovasi itu penting, tapi keselamatan nyawa tim adalah prioritas mutlak yang tak bisa ditawar.

Mari kita pantau terus perkembangan kasus ini. Semoga polisi bekerja profesional dan transparan.

K3 bukan cuma slogan tempelan di dinding, tapi jaminan nyawa!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait