
Bencana alam memang selalu menyisakan luka dan kesedihan. Tapi di balik awan gelap itu, selalu ada pelangi solidaritas yang bikin hati kita hangat. Kali ini, cerita menyentuh datang dari saudara-saudara kita di Palu, Sulawesi Tengah.
Masih ingat dahsyatnya gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Palu tujuh tahun lalu? Saat itu, seluruh Indonesia, termasuk warga Sumatera Barat, bahu-membahu mengirimkan bantuan. Sekarang, saat Sumatera Barat sedang berduka akibat banjir dan longsor, Palu nggak lupa sama kebaikan itu. Mereka langsung gercep (gerak cepat) mengirimkan “paket cinta” untuk membalas budi.
Yuk, simak kisah persaudaraan lintas pulau yang bikin nyesek tapi bangga ini!
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Nggak cuma doa, mereka mengirimkan 100 paket logistik yang isinya benar-benar dipikirkan sesuai kebutuhan darurat.
Apa aja isinya?
- Makanan Siap Saji: Roti kaleng, roti kemasan, dan kue krim. Kenapa? Karena korban bencana seringkali nggak punya alat masak.
- Minuman & Nutrisi: Susu botol, susu kemasan, dan 50 dus air mineral.
- Uang Tunai: Sumbangan senilai Rp300 juta juga diserahkan langsung ke Bupati Padang Pariaman.
“Dalam situasi tanggap darurat, kebutuhan logistik sangat mendesak, karena warga terdampak belum bisa menyajikan makanan secara mandiri,” jelas Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Susik.
Poin paling emosional dari bantuan ini adalah alasannya. Pemkot Palu menegaskan bahwa ini adalah bentuk solidaritas sesama daerah yang pernah merasakan pahitnya bencana.
Susik mengenang masa-masa sulit Palu pasca-tsunami 2018. Saat itu, Palu luluh lantak, penjarahan terjadi karena kelaparan, dan bantuan dari luar daerah-lah yang menjadi napas kehidupan bagi mereka.
“Kami pernah merasakan penderitaan seperti ini. Masuknya relawan dari berbagai daerah dan bantuan pemerintah memberikan harapan baru bagi warga yang terdampak,” kenangnya.
Sekarang, giliran Palu yang ingin memberikan harapan baru itu untuk Padang Pariaman. Respect banget!
Sobat Beranjak, kisah ini mengajarkan kita bahwa jarak itu cuma angka. Mau Sulawesi atau Sumatera, kita tetap satu Indonesia. Saat satu sakit, yang lain ikut merasakan dan siap mengulurkan tangan.
Bantuan dari Palu mungkin terlihat sederhana, tapi makna di baliknya luar biasa besar. Ini pesan bahwa kebaikan itu berputar. Apa yang kita tanam, itu yang kita tuai.
Mari kita doakan agar Padang Pariaman dan wilayah terdampak lainnya di Sumatera segera pulih. Dan buat kamu yang ingin bantu, sekecil apapun kontribusimu, pasti sangat berarti buat mereka.
Indonesia Kuat karena Kita Saling Jaga!









