Rupiah “Otw” Perkasa! Efek Suku Bunga The Fed Bikin Dolar Lemas, Saatnya Cuan?

Awal bulan dompet tebal, eh Rupiah juga ikutan tebal nih! Kabar gembira buat kamu yang suka belanja barang impor atau lagi nabung buat liburan ke luar negeri. Mata uang kebanggaan kita, Rupiah, mengawali pekan pertama Desember 2025 dengan langkah yang gagah perkasa melawan Dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi (1/12/2025), Rupiah terpantau menguat 20 poin atau 0,12% ke level Rp16.655 per Dolar AS, meninggalkan posisi sebelumnya di Rp16.675.

Kok bisa Rupiah tiba-tiba flexing otot begini? Ternyata ada angin segar dari Negeri Paman Sam yang bikin Dolar “lemas”. Yuk, kita bedah faktornya biar kamu makin paham dinamika pasar!

Sobat Beranjak, penguatan Rupiah kali ini didorong oleh sentimen global yang kuat, yaitu meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral AS alias The Fed bakal segera memangkas suku bunganya.

Analis pasar uang, Lukman Leong, menyebutkan ada rumor kencang kalau Kevin Hassett bakal menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Siapa Kevin Hassett? Dia dikenal sebagai sosok yang dovish (pro kebijakan lunak) dan sejalan dengan keinginan Presiden Donald Trump untuk menjaga suku bunga rendah.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan Desember,” jelas Lukman.

Simpelnya: Kalau suku bunga The Fed turun, Dolar AS jadi kurang menarik buat investor global. Alhasil, modal asing bakal lari mencari cuan di negara berkembang kayak Indonesia, dan Rupiah pun jadi primadona!

Eits, jangan fomo dulu! Meskipun trennya positif, para investor masih dalam mode wait and see. Kenapa? Karena siang ini bakal ada rilis data penting dari dalam negeri, yaitu Data Inflasi dan Neraca Perdagangan Indonesia.

Data ini bakal jadi penentu apakah penguatan Rupiah bisa berlanjut atau malah ngerem mendadak. Kalau inflasi kita stabil dan neraca dagang surplus, gaspol terus! Tapi kalau sebaliknya, Rupiah mungkin bakal terkoreksi sedikit.

Penguatan Rupiah ini punya dampak langsung, lho:

  1. Barang Impor Stabil: Harga gadget, kosmetik impor, atau barang elektronik kemungkinan bakal lebih stabil atau bahkan turun dikit.
  2. Beban Utang Negara Ringan: Pemerintah bayar utang luar negeri jadi lebih enteng.
  3. Peluang Investasi: Buat yang main saham atau reksa dana, masuknya aliran modal asing biasanya bikin IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ikut hijau.

Jadi, pantau terus pergerakan pasar hari ini ya, Sobat Beranjak! Siapa tahu ini momen yang pas buat top-up portofolio investasimu.

Rupiah kuat, Indonesia hebat!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait