
Bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera memang bikin akses darat lumpuh di beberapa titik. Kalau sudah begini, satu-satunya harapan untuk mengirim bantuan cepat (gercep) adalah lewat udara. Tapi, gimana kalau cuaca ekstrem juga mengancam penerbangan?
Tenang, ada kabar melegakan dari sang penjaga langit Indonesia, AirNav Indonesia. Mereka menjamin bahwa sistem navigasi penerbangan di wilayah terdampak bencana tetap aman dan beroperasi 100%. Artinya, “tol langit” terbuka lebar buat pesawat-pesawat pembawa bantuan logistik.
Yuk, kita simak jaminan dari AirNav biar kita makin yakin kalau bantuan bakal sampai tepat waktu!
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan bahwa meskipun cuaca di Sumatera sedang tidak bersahabat, layanan navigasi tidak kendor sedikit pun.
Pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan menerbitkan NOTAM TIBA (Traffic Information Broadcast by Aircraft) di bandara-bandara krusial seperti Lhokseumawe dan Takengon. Ini adalah prosedur keselamatan di mana pilot saling berkomunikasi posisi mereka saat petugas di darat terkendala akses. Namun, seiring pemulihan, prosedur ini sudah dicabut dan kembali normal.
“Prioritas kami adalah menjaga keberlangsungan layanan navigasi… memastikan operasional misi kemanusiaan dapat berlangsung tanpa hambatan,” tegas Avirianto.
Nggak cuma modal radar, AirNav juga main cantik dengan data. Mereka berkolaborasi erat dengan BMKG untuk memantau cuaca secara real-time. Data laporan pilot (PIREPs) tentang kondisi cuaca di atas sana langsung diolah jadi panduan aman buat penerbangan lain.
Selain itu, AirNav juga membuka “karpet merah” alias prioritas pendaratan bagi pesawat-pesawat yang membawa misi kemanusiaan dari TNI, Basarnas, maupun BNPB.
Tiga bandara utama yang jadi pintu masuk bantuan dipastikan siap beroperasi 24 jam jika dibutuhkan:
- Bandara Minangkabau (Padang): Gerbang utama bantuan untuk Sumatera Barat.
- Bandara Kualanamu (Medan): Hub logistik terbesar untuk Sumatera Utara.
- Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh): Pintu masuk bantuan untuk wilayah ujung barat.
AirNav juga memperkuat sinyal komunikasi di Lhokseumawe, Sibolga, dan Gunung Sitoli. Jadi, meskipun sinyal HP di darat mungkin lemot karena bencana, komunikasi pilot ke menara pengawas tetap crystal clear.
Sobat Beranjak, jaminan dari AirNav ini adalah angin segar di tengah kabar duka. Ini membuktikan bahwa infrastruktur vital kita tangguh menghadapi bencana.
Mari kita dukung terus upaya seluruh pihak yang sedang berjuang di lapangan maupun di udara. Semoga bantuan logistik bisa mendarat dengan selamat dan segera sampai ke tangan saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Langit aman, bantuan lancar!









