
Drama korupsi yang menjerat pejabat di Ponorogo ternyata punya plot twist yang makin menegangkan. Kalau biasanya penggeledahan KPK cuma berakhir dengan sitaan koper berisi tumpukan dokumen atau gadget, kali ini ada temuan yang bikin bulu kuduk merinding.
Masih ingat kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko (SUG)? Nah, dalam pengembangan kasus tersebut, penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor kontraktor proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP).
Hasilnya? Mengejutkan! Bukan cuma bukti rasuah yang ditemukan, tapi juga senjata api (senpi) alias pistol sungguhan beserta pelurunya! Kok bisa kontraktor proyek budaya simpan barang berbahaya kayak gitu? Yuk, kita bedah kronologinya!
Penggeledahan ini dilakukan pada pekan lalu (Rabu, 26/11/2025) di kantor PT Widya Satria yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini adalah kontraktor pemenang tender proyek pembangunan Monumen Reog yang megah itu.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi temuan mengejutkan ini pada Senin (1/12/2025).
“Penyidik menyita senjata api yang kemudian dititipkan ke Polda Jawa Timur,” ungkap Budi.
Bayangkan, Sobat Beranjak. Di antara tumpukan dokumen kontrak dan rencana anggaran biaya (RAB) proyek, terselip sebuah senjata mematikan. KPK langsung menyerahkan senpi tersebut ke polisi untuk dicek legalitasnya. Apakah berizin? Dan untuk apa kontraktor sipil menyimpan senjata api di kantor?
Buat yang ketinggalan info, kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Ponorogo pada awal November lalu. KPK menetapkan empat orang tersangka, termasuk Bupati Sugiri Sancoko dan Direktur RSUD Dr. Harjono.
Dugaannya, ada praktik suap-menyuap, jual beli jabatan, hingga pengaturan tender proyek—termasuk proyek ambisius Monumen Reog yang nilainya puluhan miliar rupiah.
Penemuan pistol ini menambah daftar panjang “keanehan” dalam kasus ini. Apakah senjata ini digunakan untuk intimidasi? Atau sekadar koleksi ilegal? Itu yang sedang didalami oleh aparat.
Sobat Beranjak, kasus ini adalah cerminan betapa “liarnya” dunia proyek pemerintah di beberapa daerah.
- Kenapa Harus Pakai Pistol? Dunia konstruksi dan budaya harusnya jauh dari kekerasan. Adanya senjata api di tangan kontraktor memunculkan spekulasi liar tentang adanya praktik premanisme atau backing yang kuat.
- Ironi Budaya: Monumen Reog dibangun untuk melestarikan budaya luhur, tapi prosesnya justru dicederai oleh dugaan korupsi dan kini, aroma kekerasan.
Mari kita dukung KPK dan Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai uang rakyat yang harusnya jadi monumen kebanggaan, malah jadi monumen keserakahan.
Kawal terus, jangan kasih kendor!









