
Ketika bencana alam melanda dan memutus akses darat, harapan seringkali datang dari langit. Begitulah yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara, saat banjir dan tanah longsor melumpuhkan aktivitas warga. Di tengah situasi sulit dan akses yang terputus, TNI Angkatan Udara (AU) bergerak cepat menjadi jembatan harapan bagi ribuan warga terdampak.
Pada Jumat (28/11/2025), sebuah pemandangan heroik terlihat di langit Sumatera Utara. Helikopter canggih EC-725 Caracal milik TNI AU bermanuver menembus medan sulit untuk mendistribusikan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan.
Yuk, kita simak aksi sigap para prajurit langit ini dalam misi kemanusiaan yang menyentuh hati!
Helikopter dengan nomor registrasi H-225M ini bukan sembarang helikopter. Caracal dikenal tangguh untuk misi Search and Rescue (SAR) tempur maupun operasi kemanusiaan. Dipiloti oleh Kapten Pnb Anterio dan Letda Pnb Kevin, helikopter ini terbang membawa 2.200 kilogram logistik dalam dua kali penerbangan (sortie).
Kenapa harus pakai helikopter? Karena di saat jalan darat tertutup longsor atau terendam banjir, jalur udara adalah satu-satunya cara tercepat untuk menjangkau korban yang terisolir.
“Prioritas kami adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana.
Bantuan yang diterjunkan bukan sekadar barang, tapi penyambung hidup. Logistik yang didistribusikan meliputi:
- Sembako (beras, gula, minyak goreng).
- Makanan instan (mie, sarden).
- Air minum bersih.
- Perlengkapan khusus (popok bayi dan pembalut wanita).
Penyaluran bantuan difokuskan di dua titik strategis, yaitu Bandara FL. Tobing dan Lapangan Matauli di Sibolga, agar bisa segera didistribusikan ke warga sekitar.
Komitmen TNI AU dalam operasi militer selain perang (OMSP) ini nggak main-main. Selain satu helikopter yang sudah beraksi, TNI AU juga menyiagakan tiga helikopter Caracal tambahan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Mereka standby untuk mempercepat penyaluran bantuan ke daerah-daerah lain yang mungkin sulit dijangkau pesawat angkut biasa. Sinergi ini juga didukung oleh penetapan status tanggap darurat bencana oleh Gubernur Sumut selama 14 hari ke depan.
Sobat Beranjak, bencana di Sumatera Utara kali ini cukup parah. Mari kita kirimkan doa terbaik agar saudara-saudara kita di Sibolga dan sekitarnya diberi kekuatan. Terima kasih untuk TNI AU dan seluruh relawan yang tak kenal lelah menembus batas demi kemanusiaan.
Bersama kita kuat, Indonesia tangguh!









