
Kabar duka kembali datang dari saudara-saudara kita di ujung barat Indonesia. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti membuat sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat lumpuh total akibat banjir parah.
Bukan genangan air biasa, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter (setinggi dada orang dewasa!). Akibatnya, ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka atau bertahan di tempat yang lebih tinggi dalam kondisi memprihatinkan.
Yuk, kita simak update terkini dari lapangan dan mari kirimkan doa serta dukungan terbaik kita untuk mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat data yang bikin kita miris. Hingga Jumat (28/11/2025), banjir telah merendam permukiman dan berdampak pada:
- 3.866 Jiwa warga.
- 1.114 Kepala Keluarga (KK).
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Woyla Barat, khususnya di desa-desa seperti Napai, Alue Leuhob, Blang Luah, hingga Pasi Malee. Air sungai yang meluap tak mampu lagi menampung debit hujan, menyebabkan air bah menerjang pemukiman warga dengan cepat.
Bayangkan, Sobat Beranjak, air mulai naik tinggi justru saat malam hari ketika banyak warga sedang beristirahat. Kepanikan sempat terjadi karena arus air yang deras dan akses jalan yang tiba-tiba terputus.
“Masyarakat panik karena air naik cepat. Ada yang langsung mengungsi ke tempat aman, tapi ada juga yang memilih bertahan di lantai dua rumah atau rumah panggung mereka,” demikian laporan dari lokasi.
Akses transportasi darat di beberapa titik pun lumpuh total. Jalanan berubah menjadi sungai, membuat bantuan logistik harus berjuang keras untuk menembus lokasi-lokasi terisolir.
Di tengah situasi darurat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Barat bersama TNI/Polri dan relawan terus bergerak. Fokus utama mereka saat ini adalah:
- Evakuasi Warga: Prioritas pada lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang terjebak di rumah.
- Distribusi Logistik: Menyalurkan makanan siap saji dan kebutuhan dasar lainnya.
- Pemantauan Debit Air: Memastikan warga waspada jika air kembali naik.
“Kami terus berupaya melakukan pendataan dan evakuasi. Keselamatan warga adalah yang utama,” ujar Teuku Ronal dari BPBD Aceh Barat.
Kejadian ini menjadi pengingat keras buat kita semua, Sobat Beranjak. Cuaca ekstrem di penghujung tahun memang sedang tidak bersahabat. Fenomena La Nina dan curah hujan tinggi menuntut kita untuk selalu siaga bencana, di mana pun kita berada.
Mari kita doakan agar banjir di Aceh Barat segera surut dan tidak ada korban jiwa. Buat kamu yang punya rezeki lebih, donasi ke lembaga kemanusiaan resmi bisa jadi cara nyata untuk membantu meringankan beban saudara kita di sana.
Aceh Barat, kalian tidak sendiri. Kami bersamamu!









