
Kabar kurang mengenakkan datang dari saudara-saudara kita di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Bencana banjir dan tanah longsor kembali melanda, memutus akses jalan dan melumpuhkan aktivitas warga di wilayah Sibolga dan sekitarnya. Namun, di tengah situasi sulit ini, semangat gotong royong dan kesigapan aparat memberikan secercah harapan.
Kodam I/Bukit Barisan (BB) nggak pakai lama. Mereka langsung mengerahkan kekuatan penuh dengan mengirimkan 300 prajurit gabungan untuk membantu percepatan penanganan bencana di lokasi terdampak. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir di saat rakyat membutuhkan.
Yuk, kita simak bagaimana aksi heroik para prajurit ini di lapangan!
Asops Kasdam I/BB, Kolonel Inf Eko Antony Chandra Lestianto, menjelaskan bahwa 300 personel yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan elit, termasuk Kesdam I/BB (Kesehatan), Bekangdam I/BB (Perbekalan/Logistik), serta Batalyon Zeni Tempur 1/DD (Yonzipur).
Tugas mereka di sana bukan main-main, Sobat Beranjak. Para prajurit ini fokus pada beberapa misi krusial:
- Membuka Akses Jalan: Membersihkan material longsor yang menimbun jalan agar bantuan logistik bisa masuk dan warga tidak terisolir.
- Evakuasi Korban: Membantu warga yang terjebak banjir atau longsor ke tempat yang lebih aman.
- Dukungan Logistik & Kesehatan: Mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga terdampak tetap mendapatkan makanan dan perawatan medis yang layak.
“Personel yang diberangkatkan dari berbagai satuan dalam penanganan bantuan terdampak bencana tersebut… mendukung percepatan penanganan darurat,” ujar Kolonel Eko di Medan, Rabu (26/11/2025).
Sebelum berangkat, Kodam I/BB menggelar apel kesiapsiagaan pada Selasa malam (25/11/2025). Suasananya penuh semangat pengabdian. Seluruh personel dicek kesiapannya, mulai dari perlengkapan pribadi hingga alat berat yang akan dibawa.
Rombongan bergerak secara konvoi menuju Tapanuli Tengah dengan pengawalan ketat Polisi Militer. Iring-iringan truk pengangkut pasukan dan alat berat ini membawa harapan bagi warga yang sedang menanti bantuan.
TNI nggak kerja sendirian, lho. Di lapangan, mereka bahu-membahu dengan BPBD, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah setempat. Sinergi ini sangat penting karena bencana alam butuh penanganan yang cepat dan terkoordinasi.
Bagi kita, Generasi Nusantara, kejadian ini adalah pengingat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi di akhir tahun memang sering memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Sobat Beranjak, mari kita kirimkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita di Tapanuli Tengah dan Sibolga. Semoga bencana segera berlalu, korban jiwa tidak bertambah, dan proses pemulihan berjalan lancar.
Terima kasih untuk Bapak-Bapak TNI dan seluruh relawan yang sedang berjuang di garda terdepan. Kalian pahlawan sesungguhnya!









