Ruben Amorim Curhat Frustrasi: MU Dominan tapi Tumpul Lawan 10 Pemain Everton!

Ada kalanya sepak bola itu emang nggak masuk akal. Gimana enggak? Manchester United yang main di kandang sendiri, Old Trafford, plus lawan cuma main dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan, eh malah berakhir tragis.

Dalam laga lanjutan Premier League 2025/2026, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, skuad asuhan Ruben Amorim dipaksa menyerah 0-1 dari Everton. Sebuah hasil yang bikin fans MU di seluruh dunia speechless.

Sang manajer, Ruben Amorim, pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam wawancara pasca-laga, ia meluapkan perasaan frustrasinya melihat performa anak asuhnya yang seolah kebingungan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

Ruben Amorim mengaku perasaan yang ia rasakan sama persis dengan apa yang dirasakan jutaan pendukung Setan Merah saat ini. Gol tunggal Kiernan Dewsbury-Hall di menit ke-29 menjadi pembeda, meskipun Everton harus kehilangan Idrissa Gueye akibat kartu merah sejak menit ke-13.

“Saya merasa sangat frustrasi, seperti orang lain yang mendukung MU,” ujar Amorim blak-blakan.

Menurutnya, kekecewaan ini bukan cuma soal skor akhir, tapi juga cara tim memulai pertandingan. MU terlihat gagal memahami strategi apa yang harus dipakai untuk membongkar pertahanan lawan yang bermain “parkir bus” dengan 10 orang.

Sobat Beranjak, secara teori, melawan 10 pemain itu harusnya jadi keuntungan besar. Ruang lebih terbuka, lawan lebih capek. Tapi di lapangan, MU justru terlihat stuck.

“Setelah satu pemain lawan diusir keluar lapangan, saya memperkirakan kami akan menguasai bola dan menekan lawan. Tapi kami tidak mengontrol transisi, bahkan dengan 10 orang,” keluh Amorim.

MU memang menguasai bola, tapi penguasaan itu terasa hampa. Amorim menyoroti kurangnya kualitas di sepertiga akhir lapangan dan pengambilan keputusan yang buruk dari para pemainnya. Alih-alih bermain sabar dan klinis, Bruno Fernandes dkk malah sering terburu-buru dan membuang peluang.

“Kualitas di sekitar kotak penalti adalah hal besar lainnya… Kami tidak bisa memenangkan pertandingan dengan cara seperti ini,” tambahnya.

Kekalahan ini juga mencatatkan rekor buruk. Statistik mencatat bahwa sebelumnya MU belum pernah kalah di Old Trafford dalam sejarah Premier League saat lawan bermain dengan 10 orang. Biasanya mereka menang (36 kali) atau setidaknya seri (10 kali). Tapi kali ini, rekor itu pecah di tangan Everton.

Bagi The Toffees, ini adalah kemenangan pertama mereka di Old Trafford sejak Desember 2013. Sebuah penantian 12 tahun yang terbayar lunas dengan performa heroik Jordan Pickford dan kawan-kawan.

Buat Sobat Beranjak yang fans MU, sabar ya! Ini adalah tamparan keras bahwa dalam sepak bola, dominasi statistik nggak menjamin kemenangan. Ruben Amorim punya PR besar untuk memperbaiki mentalitas dan efektivitas timnya.

Sementara buat Everton, salut! Mereka membuktikan bahwa semangat juang dan disiplin pertahanan bisa mengalahkan segalanya, bahkan di kandang raksasa sekalipun.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait