
Lagi-lagi kabar duka datang dari jalanan kota kita. Simpang Macan Lindungan, salah satu titik tersibuk di Palembang, kembali menelan korban. Kali ini bukan karena kecelakaan lalu lintas, tapi akibat ulah brutal premanisme yang sepertinya tak kunjung padam.
Seorang sopir truk yang sedang mencari nafkah harus meregang nyawa setelah diduga ditikam oleh pemalak di kawasan lampu merah tersebut pada Senin malam (24/11/2025). Miris banget, kan? Padahal, ia hanya ingin melintas dengan aman. Yuk, kita simak kronologinya agar kita semakin waspada!
Korban yang diketahui bernama Khodirin Nazali (44), warga Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, sedang melintas di Simpang Macan Lindungan sekitar pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat truknya berhenti di lampu merah, ia didatangi oleh sekelompok orang yang diduga pengamen namun bertindak sebagai pemalak. Diduga kuat, korban menolak memberikan uang yang diminta.
Penolakan tersebut berujung fatal. Salah satu pelaku nekat menikam korban hingga tewas di tempat. Video amatir yang merekam suasana pasca-kejadian pun viral di media sosial, memperlihatkan ambulans yang mengevakuasi korban di tengah kerumunan warga.
“Diduga ada 4 orang pemalak meminta uang ke korban. Namun, 2 yang melakukan penusukan,” tulis salah satu akun informasi lokal.
Sobat Beranjak, kejadian ini seolah mengonfirmasi bahwa Simpang Macan Lindungan masih menjadi “zona merah” bagi pengendara, terutama sopir logistik luar kota. Meskipun aparat kepolisian sudah sering melakukan razia dan penangkapan, para pelaku kejahatan jalanan ini sepertinya tidak jera.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Ricky Mozam, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju TKP serta membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini adalah red flag besar bagi keamanan kota Palembang. Sebagai gerbang lintas Sumatera, keamanan sopir logistik adalah kunci kelancaran ekonomi. Jika mereka terus-menerus diteror, citra Palembang akan semakin buruk di mata luar.
Bagi Generasi Nusantara, kejadian ini mengajarkan kita untuk selalu waspada saat berkendara, terutama di titik-titik rawan dan jam-jam sepi.
- Hindari Konfrontasi: Jika menghadapi situasi serupa dan merasa terancam, keselamatan nyawa adalah prioritas utama.
- Desak Solusi Nyata: Kita perlu bersuara agar pemerintah dan aparat keamanan memberikan solusi permanen. Bukan sekadar patroli sesekali, tapi penindakan tegas dan pembinaan sosial bagi para pelaku kejahatan jalanan.
Semoga pelaku segera tertangkap dan mendapatkan hukuman setimpal. Dan semoga keluarga korban yang ditinggalkan di Lampung diberikan ketabahan.









