
Kabar besar datang dari raksasa teknologi dunia, Apple Inc. Setelah 14 tahun memimpin dan membawa Apple menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, sang CEO, Tim Cook, dikabarkan berencana untuk turun tahta alias pensiun pada tahun depan.
Bagi kita yang tumbuh di era iPhone dan Apple Watch, sosok Tim Cook sudah sangat melekat sebagai wajah Apple pasca-Steve Jobs. Jadi, kabar ini tentu bikin banyak orang bertanya-tanya: Siapa yang cukup pantas menggantikan posisinya?
Yuk, kita bedah beritanya dan intip siapa saja kandidat kuat yang bakal memegang kemudi Apple di masa depan!
Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip oleh CNBC Indonesia, dewan direksi dan eksekutif senior Apple sedang mempercepat persiapan suksesi ini yang ditargetkan terjadi pada awal 2026.
Satu nama yang santer disebut-sebut sebagai kandidat terkuat adalah John Ternus. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Bidang Rekayasa Perangkat Keras (Hardware Engineering) Apple.
Kenapa John Ternus? Menurut catatan Cnet, Ternus bukan orang baru. Ia sudah mengabdi di Apple selama lebih dari dua dekade. Pengalaman panjangnya dalam mengurusi hardware—tulang punggung produk Apple—membuatnya dinilai sangat mumpuni untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
Selain Ternus, ada beberapa nama beken lain yang juga masuk radar:
- Craig Federighi (Senior VP Software Engineering) – Si rambut perak yang sering muncul di acara Apple Event.
- Greg Joswiak (Senior VP Worldwide Marketing).
- Jeff Williams (Chief Operating Officer) – Orang nomor dua di Apple saat ini.
Sobat Beranjak, harus diakui bahwa sepatu yang ditinggalkan Tim Cook itu gede banget alias susah diisi. Sejak menggantikan mendiang Steve Jobs pada 2011, Cook berhasil membawa Apple terbang tinggi.
Di bawah kepemimpinannya, Apple tidak hanya bergantung pada iPhone, tapi juga sukses besar dengan produk-produk baru seperti Apple Watch, AirPods, hingga layanan berlangganan seperti Apple Music dan Apple TV+. Yang terbaru, ia meluncurkan headset Apple Vision Pro, yang digadang-gadang sebagai masa depan komputasi spasial.
Saat ia pensiun nanti di usia 65 tahun, Tim Cook akan dikenang sebagai CEO yang berhasil melipatgandakan nilai perusahaan dan membuat ekosistem Apple semakin tak tergoyahkan.
Jangan buru-buru nungguin press release besok pagi ya. Menurut Reuters, nama CEO baru kemungkinan besar tidak akan diumumkan sebelum laporan pendapatan akhir Januari 2026.
Strateginya jelas: memastikan transisi yang mulus (smooth) sebelum dua ajang besar Apple tahunan, yaitu WWDC di bulan Juni dan peluncuran iPhone baru di bulan September.
Pergantian CEO di perusahaan sebesar Apple pasti akan membawa warna baru. Apakah Apple akan semakin inovatif di bidang AI? Atau akan ada produk revolusioner lain yang bikin dompet kita boncos?
Siapapun penggantinya, tantangan ke depan tidak mudah. Persaingan teknologi makin ketat, terutama dengan bangkitnya AI generatif. Kita tunggu saja gebrakan apa yang akan dibawa oleh nakhoda baru Apple nanti.
So, menurut kamu siapa yang paling cocok gantiin Tim Cook?









